Categories
Aqidah Siroh

Berita baik dari kitab langit terdahulu akan kedatangan Rasulullah

di kitab-kitab yang terdahulu sudah ada kabar gembira tentang akan didatangkannya nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Hal ini sebagaimana yang Allah beritakan bahwasanya di Taurat dan Injil tertulis demikian dan juga sebagaimana atau sudah dikabarkan oleh Nabi Isa Alaihissalam bahwasanya nabi SAW bersabda:

imam Bukhari meriwayatkan hadits yang shohih dari Abdullah bin Amr bin Ash Radhiyallahu Anhu bahwasanya Abdullah bin Amr tlmendapatkan sifat-sifat nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam di dalam Taurat. Hadits selengkapnya adalah bahwasanya Abdullah bin Amr bin ash berkata: beritahu saya mengenai sifat-sifat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam di dalam taurat. Dijawab: “baik”, Demi Allah sesungguhnya Rasulullah sudah disifatkan di dalam Taurat dengan sebagian sifat-sifatnya yang disebutkan di Al-Qur’an ()

di dalam taurat yang ada pada hari ini yang orang Yahudi mengikrarkan akan keshahihannya, pada lembaran-lembaran awal disebutkan bahwasanya Allah ta’ala memperlihatkan kepada Ibrahim dan berkata kepada Ibrahim yang maknanya, berdirilah lalu berjalanlah di atas bumi sepanjang bumi dan selebar buminya , dan untuk anakmu itu semua demikianlah pengagungan yang akan didapatkannya.

Sudah jelas pengetahuan bahwasanya nabi Ibrahim tidaklah diberikan kekuasaan sepanjang timur dan baratnya bumi kecuali hanya nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam hal ini adalah sebagaimana riwayat yang datang di dalam shahih dari nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bahwasanya beliau bersabda: Sesungguhnya Allah telah melipat bumi untukku sehingga aku bisa melihat bagian timur bumi dan bagian baratnya. Dan kelak kekuasaan umatku akan mencapai semua penjuru yang telah diperlihatkan kepadaku.

Juga di dalam taurat tersebut juga bahwasanya Allah ta’ala berfirman kepada Ibrahim: “adapun Ishaq maka kamu dapatkan banyak keturunan darinya, adapun Ismail sesungguhnya saya telah memberikan barokah kepada dia, aku berikan banyak kepada dia dan aku muliakan dia dan aku jadikan dari keturunan-keturunannya sebanyak bintang di langit… sampai firman Allah… dan aku agungkan Ismail dengan keturunannya yaitu Muhammad. Ada yang mengatakan dengan Ahmad, dan ada yang mengatakan aku jadikan dia sangat besar sangat mulia.

Juga di dalam Taurat tersebut disebutkan bahwa Allah berjanji kepada Ibrahim bahwa Ismail tangannya akan menjadi sangat tinggi di atas semua umat dan semua umat ada di bawah tangannya dan juga tangannya akan ada di atas seluruh tempat tinggal saudara-saudaranya. Juga kita ketahui bahwasanya Ismail tidak pernah sekali pun masuk kedalam Syam (di mana Ishaq dan keturunannya hidup) dan juga tangannya tidak pernah menaungi saudara-saudaranya yang lain. Hanya saja ini adalah dia, bapak dari Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan juga tidak ada satu pun yang menguasai Syam dan Mesir dari bangsa Arab satu pun sebelumnya kecuali umat nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam karena sesungguhnya dibukanya kota Syam dan Mesir terjadi pada kepemimpinan Khalifah Abu Bakar as Shiddiq dan Khalifah Umar bin Khattab radiallahu anhum.

Dan di bagian yang keempat dari Taurat yang sekarang ada di tangannya orang Yahudi ada kalimat yang bermakna: “akan ada nabi yang ditegakkan untuk mereka berasal dari golongan saudara mereka sendiri dari saudaranya mereka sendiri yang seperti engkau sifatnya wahai Musa aku jadikan ucapanku di lisannya”.

Orang-orang Yahudi dan semua orang mengetahui bahwasanya Allah subhanahu wa ta’ala tidak pernah mengutus dari anak keturunan Ismail satupun nabi kecuali nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bahkan tidak ada sebelumnya dari keturunannya Israil (yaitu Nabi Ya’qub alaihi salam) satupun nabi yang menyerupai Musa kecuali nabi Isa alaihissalam sedangkan mereka orang Yahudi tidak pernah mengakui kenabian ‘Isa kemudian juga Nabi ‘Isa itu bukanlah dari saudaranya Musa karena nabi Isa dinasabkan kepada ibunya sholawatullahi alaihi. Maka dengan keterangan-keterangan ini sudah jelaslah bahwasanya apa yang tertulis di Taurat mereka itu adalah menjelaskan tentang nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

  • Sumber: Al Fushul fi Siroti Rosul shollallahu alaihi wasallam
  • Penulis: Abul Fida Ibnu Katsir rohimahullah
Categories
Al Fushul Fi Siroti Rosul Siroh

Anak-anak Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam

Anak-anaknya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam laki-laki maupun perempuan semuanya adalah dari Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu ‘anha kecuali Ibrahim rodhiyallahu ‘anhu karena beliau anak dari Mariyah Al-Qibthiyyah radhiyallahu ‘anha.

Anak-anaknya Nabi mereka adalah Al-Qasim rodhiyallahu ‘anhu dan dengan Qosim ini Nabi Muhammad ber-kuniyah juga karena Qosim rodhiyallahu ‘anhu adalah anak yang paling besarnya. Kemudian lahir Zainab radhiyallahu ‘anha, kemudian Ruqoyyah

radhiyallahu ‘anha, kemudian Ummu Kultsum

radhiyallahu ‘anha,¬† kemudian Fatimah radhiyallahu ‘anha.

Kemudian setelah berada di periode sebagai nabi, lahir Abdullah rodhiyallahu ‘anhu dan dijuluki dengan aththoyyib atau atthohir karena beliau dilahirkan dalam Islam ada juga yang menjuluki dengan atau at-thohir ghoiru aththoyyib dan sebagian ulama menshahihkan julukan tersebut.

Kemudian lahir Ibrahim rodhiyallahu ‘anhu dari Mariyah Al-Qibthiyyah Rasulullah dikaruniakan Ibrahim ini di kota Madinah pada tahun ke-8 Hijriyah kemudian Ibrahim rodhiyallahu ‘anhu wafat di usia satu (1) tahun sepuluh (10) bulan. Karena hal inilah Rasulullah bersabda bahwasanya Ibrahim rodhiyallahu ‘anhu di surga memiliki bidadari yang menyusuinya.

Semua anak Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam meninggal mendahului Nabi Muhammad, kecuali Fatimah radhiyallahu ‘anha. Fatimah meninggal tidak lama setelah Nabi Muhammad. Ada yang mengatakan setelah enam (6) bulan ini pendapat yang paling terkenal, ada juga yang mengatakan setelah delapan (8) bulan, ada juga yang mengatakan setelah tujuh puluh (70) hari, ada juga yang mengatakan setelah 75 hari, ada juga yang mengatakan setelah tiga (3) bulan, ada juga yang mengatakan setelah seratus (100) hari, dan ada juga yang mengatakan selain itu semua.

Fatimah rodhiyallahu ‘anha dishalatkan /diimami oleh Ali bin Abi Thalib rodhiyallahu ‘anhu namun ada juga yang mengatakan oleh Abu Bakar rodhiyallahu ‘anhu, namun ini adalah pendapat yang asing janggal

Dan disebutkan hadits bahwasanya Fatimah radhiyallahu ‘anha memandikan dirinya sendiri sebelum datangnya kematian lalu beliau radhiallahu anha mewasiatkan kepada orang yang ada dekatnya agar beliau tidak usah dimandikan lagi setelah kematiannya dan ini pendapat yang sangat aneh sekali.

Karena telah diriwayatkan bahwasanya Ali bin Abi Tholib rodhiyallahu ‘anhu dan Al-‘Abbas rodhiyallahu ‘anhu dan Asma’ binti ‘Umais rodhiyallahu ‘anhu istri¬† Abu bakar as-Shiddiq dan Salma ummu Rafi’ rodhiyallahu ‘anhu mereka semua memandikan Fatimah rodhiyallahu ‘anha dan ini adalah riwayat yang shahih.