Categories
Al Ushul Al Tsalatsah Aqidah Dakwah

Siapa yang mentaati Rasul dan mentauhidkan Allah tidak boleh dia memberikan ‘wala’ kepada siapa yang memusuhi Rasul-Nya meskipun dia orang terdekat yang paling dekat.

Ithaful Qori hal. 44

Penulis Al Ushul Ats Tsalatsah berkata :

Bahwa, siapa saja yang mentaati Rasulullah dan mentauhidkan Allah , maka tidak boleh dia memberikan wala kepada orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya meskipun orang itu adalah kerabat yang paling dekat.

Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala :

(لا تجد قوما يؤمنون بالله واليوم الأخر يوآدون من حآد الله ورسوله ولو كانوا ءابآءهم أو أبنآءهم أو إخونهم أو عشيرتهم. أولئك كتب في قلوبهم الإيمن وأيدهم بروح منه، ويدخلهم جنت تجرى من تحتها الأنهر خلدين فيها، رضي الله عنهم ورضوا عنه، أولئك حزب الله، ألآ إن حزب الله هم المفلحون) {المجادلة:٢٢}

PENJELASAN (Asy-Syaikh ‘Ubaid bin Abdillahn bin Sulaiman al-Jabiri Hafizhohullah)

Ini adalah salah satu kaidah agama terbesar karena kandungannya kaidah al wala’ wal baro’.

  • Al-wala’: semua bentuk cinta karena Allah dan saling menolong di dalamnya.
  • Al-baro’: adalah membenci karena Allah dan memusuhi karena benci tersebut.

Penulis berkata di karyanya yang lain:

Dasar agama agama dan kaidahnya adalah dua hal:

(1) Perintah beribadah semata-mata kepada Allah, menghasung itu, meletakkan wala di atas itu, dan menghadirkan juga karena itu.

(2) Perkara kedua, pelarangan dari melakukan syirik dalam mengibadahi Allah, menyikapi dengan keras karena kesyirikan, memusuhi , mengkafirkan siapa yang melakukan kesyirikan .

Ithaful Qori hal. 45

Perkataan penulis: Siapapun yang mentaati Allah dan mentauhidkan-Nya…

Penjelasan Suamiku ‘Ubaid –hafizhohullah:

Ibadah tidak dinamakan ibadah -dalam terminologi yang benar- sampai terkumpul kedua perkara berikut: (1) Mentaati perintah Rasul, dan (2) mentauhidkan Allah.

Perkataan Penulis : Tidak boleh untuk dia mempersembahkan wala kepada siapapun yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya.

Muwaalaah adalah masdar (kata benda) dari kata kerja waalaa , adapun waalaa (والى) terjemahannya adalah: 1. mendukung , mengokohkan , mengukuhkan , menyiagakan , memperjuangkan , memenangkan ; 2. melanjutkan , mengikuti , meneruskan (sumber: Aplikasi Kamus Arab Indonesia terbitan Ristek Muslim).

Secara istilah muwaalaah adalah: bentuk cinta, bentuk pertolongan karena Allah. Juga bermakna memberikan rasa mawaddah (kasih sayang, persahabatan, cinta kasih, perasaan selaras harmonis antara dua orang atau lebih muncul itu dari kontak sosial / masyarakat yang bersifat sentimental , emosional , penuh kasih , romantis , mengharukan , menyentuh , menyedihkan yang berketetapan), karena cinta karena Allah dan benci karena Allah adalah salah satu bagian dari kesempurnaan iman.

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapapun yang mencintai karena Allah, dan membenci karena Allah dan memberikan sesuatu karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka telah sempurnakan iman-Nya” (Abu Dawud 4681 dan dishahihkan Al-Albani di Shohih Al-Jami’ 5965)

Ithaful Qori hal. 46
Ithaful Qori hal. 47
Ithaful Qori hal. 48
Ithaful Qori hal. 49