Categories
Resensi Kitab

​RESENSI KITAB BAHRUL MUHITH FI USHUL FIQH ZARKASYI

A. MUQODDIMAH
Ushul fiqih adalah ilmu hukum dalam Islam yang mempelajari kaidah-kaidah, teori-teori dan sumber-sumber secara terperinci dalam rangka menghasilkan hukum Islam yang diambil dari sumber-sumber tersebut. 

Mekanisme pengambilan hukum dalam Islam harus berdasarkan sumber-sumber hukum yang telah dipaparkan ulama. Sumber-sumber hukum islam terbagi menjadi 2:

Sumber Hukum Primer  yaitu: Al-Qur’an, kitab suci agama Islam dan Sunnah, tindakan, ucapan dan ketetapan Nabi Muhammad shalllahu ‘alaihi wasallam

Sumber Hukum Sekunder yaitu: (Ijma, kesepakatan para ulama) dan Qiyas (analogi hukum dengan hukum lain yang telah ada ketetapannya)

Kementrian wakaf dan urusan keislaman memberikan kemudahan untuk menyebarkan kitab ini dalam bidang ilmu ushul fiqh, yang diberi nama “Bahrul Muhith”, Imam Zarkasyi telah memberikan  banyak istifadah berbagai masalah terutama dalam ilmu ini. Sehingga kementrian ini sangat mengharapkan banyak ilmu ini menjadi pelajaran dan pembahasan dalam bidang pendidikan.

Banyak para ulama yang membahas dan mensyarahkan dalam bidang ushul fiqh, dengan tujuan untuk mempermudah dalam mengaplikasikan dalam kehidupan. Kitab ini telah banyak dikoreksi dan diteliti oleh ahli ilmu di bidangnya. Di antara yang meneliti kitab ushul fiqh Imam Zarkasy cetakan kali ini  salah satunya oleh Syaikh Abdul Qadir Abdullah Al ‘Ani dan di Muraja’ah oleh Doktor Umar Sulaiman Al Asyqory.

B. BIOGRAFI IMAM AZ ZARKASYI

Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Bahadur bin Abdullah Badruddin az-Zarkasyi. Sebagian para penulis biografi (ashhab at-tarajum) mengatakan bahwa nama aslinya Muhammad bin Abdullah bin Bahadur. Beliau lahir dan wafat di Mesir dan mengikuti madzhab Muhammad bin Idris as-Syafi‟i. beliau lebih dikenal dengan julukan Zarkasyi. Beliau merupakan keturunan Turki. Nama Zarkasyi sendiri diambil dari kata Zarkasy yang berarti  bordir atau hiasan, sebab beliau belajar membuat hiasan sejak kecil. Selain nama Zarkasyi, beliau dikenal juga dengan julukan al-Minhaji karena telah menghafal kitab Minhâj ath- Thâlibîn karya Imam Yahya bin Syarafuddin an- Nawawi.

Beliau adalah seorang Imam, memiliki ilmu yang luas, seorang penulis yang piawai, dan pembahas yang handal. 

Beliau dilahirkan pada tahun 745 H di Mesir, beliau adalah seorang yang dilahirkan dalam keluarga yang tidak terlalu terkenal di tengah-tengah masyarakatnya, bukan pula dari keluarga yang memiliki ilmu ataupun kedudukan. Akan tetapi beliau hanyalah dari sebuah keluarga muslim yang sederhana dan bahkan disebutkan bahwa ayah beliau adalah seorang budak. Walaupun demikian beliau bahkan memiliki semangat yang kuat untuk menuntut ilmu dengan taufik Allah Ta’ala. 

Dan diantara guru-guru beliau yang terkenal dan memberikan pengaruh dalam manhaj beliau dalam berilmu adalah : 

  • Jamaluddin Al-Asnawi (wafat tahun 772 H) 
  • Al-Adzra’i
  • Dan Burhanuddin bin Jama’ah (wafat tahun 790 H) 
  • Dan beliau pun mengambil faidah dari manhaj atau cara Az-Zaila’I dalam sebagian penulisan buku-bukunya.

Dan beliau rahimahullah adalah seorang yang faqih, muhaddits, ahli tafsir, ahli ushul yang terkemuka. Yang mana beliau sangat fokus terhadap ilmu dan tidak menyibukkan diri dengan hal-hal lain. Imam az-Zarkasyi rahimahullah memiliki kerabat yang mencukupi seluruh urusan dunianya. 

Usaha dalam Menuntut Ilmu

Tidak diragukan lagi bahwa apabila Allah Ta’ala menghendaki kebaikan pada diri seorang hamba maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju kebaikan tersebut, dan memberikan kepadanya keinginan yang tinggi untuk meraih apa yang dimaksud. Dan Imam Az-Zarkasyi adalah salah seorang hamba yang diberikan kemudahan dan keinginan yang sangat kuat untuk menuntut ilmu, Allah jadikan hatinya cinta kepada ilmu, kesabaran untuk mendapatkannya sehingga ia bergegas menuju sumber-sumber ilmu, mulazamah (senantiasa menyertai) para masyaikh, hidupnya selalu bersanding dengan kitab dan memperbanyak sumber-sumber pengetahuan. Sehingga dengan kesabaran dan kesungguhannya setelah taufiq Allah Ta’ala terkumpul dalam ingatannya berbagai macam ilmu dan iapun beri’timad kepada kekuatan ingatannya setelah taufiq Allah. 

Perjalanan Beliau dalam Menuntut Ilmu

Beliau hanya melakukan dua perjalanan sebagaimana yang disebutkan dalam berbagai sumber, Al-Mushili berkata dalam Kasyfu Adz-Dzunun, “Bisa jadi diantara penyebab tidak meluasnya perjalanan ilmiyah beliau rahimahullah –Allahu a’lam- bahwa Mesir dan Syam pada saat itu adalah negeri Islam yang banyak dikenal keilmuannya dan banyak ulamanya, atau karena beliau lebih mengutamakan untuk mengambil ilmu kepada para ulama Mesir dan Syam. Lalu memulai belajar menulis dan menyibukkan diri dengan membuat karya tulis. Dua perjalanan beliau adalah : 

  1. Perjalanan beliau rahimahullah yang pertama adalah dari Mesir ke Dimasq (Damaskus), beliau belajar Ilmu Hadits kepada Al-‘Imad Ibnu Katsir. 
  2. Dan perjalanan kedua dari Damaskus ke Halab yang mengambil ilmu dari Al-Adzra’i.

Guru-Guru Beliau :

Imam Az-Zarkasyi rahimahullah mengambil faidah dari para ulama Mesir dan Syam yang terkenal dan beliau senantiasa menyertai (mulazamah) sebagian masyaikhnya, diantara mereka adalah : 

  • Yusuf bin Ahmad (wafat tahun 761 H) 
  • Mughlathaa’iy bin Falih Al-Hanafi (wafat tahun 762 H) 
  • Ismail bin Katsir (wafat tahun 774 H) 
  • Ahmad bin Muhammad bin Jam’ah (wafat tahun 774 H) 
  • Ahmad bin Hamdan Al-Adzra’I (wafat tahun 783 H) 
  • Sirajuddin Al-Balqiniy (wafat tahun 805 H)

Murid-Murid Beliau

Diantara para penuntut ilmu yang mengambil ilmu dari beliau rahimahullah adalah : 

  • Muhammad bin Abdud Da’im bin Musa Al-Barmawi (wafat tahun 831 H) 
  • Umar bin Hujjiy As-Sa’di (wafat tahun 835 H) 
  • Hasan bin Ahmad bin Harami bin Makkiy (wafat tahun 833 H). Dan masih banyak lagi murid-murid beliau rahimahullah.

Karya Ilmiah Beliau

Imam Az-Zarkasyi rahimahullah meninggalkan sejumlah besar karya-karya ilmiyahnya dalam hal fiqih, ushul fiqh, ulumul hadits, ulumul qur’an dan tafsir, dan tidaklah kitab-kitab karya tulis beliau rahimahullah tersebut tercetak kecuali hanya sedikit saja, diantaranya : 

  • Luqathatu Al-‘Ijlan wa Ballatu Adh-Dham’aan 
  • Al-Burhan fi Ulumil Qur’an 
  • Al-Ijabah Li Iradi ma Istadrakathu ‘Aisyatu ‘Ala Ash-Shahabah. Dan lain sebagainya…

KaryaKarya beliau Secara Umum

  • Tiga kitab tentang Al-Qur’an dan ulumnya, diantaranya : Al-Burahan wa Ulumuhu, satu kitab Tafsir sampai surat Maryam. 
  • 11 kitab tentang Hadits dan Ulumnya, diantaranya: Tash-hihu Al-Umdah, Syarhu Al-Jami’ Ash-Shahih, An-Nukat ‘Ala Ibni Ash-Shalah. 
  • 17 kitab tentang Fikih, diantaranya: Khadimu Ar-Rafi’I, Ar-Rudhah (dalam 20 atau14 jilid), Syarhu At-Tanbih lisy-Syairazi. 
  • 7 kitab tentang Ushul Fiqh, diantaranya : Al-Bahrul Muhith (kitab terpenting dalam ushul fiqh), Tasynif As-Sami’ bi Jam’il Jawami’, Ta’liq wa Syarh lil Gharib ‘Ala Kitab Abi Al-Hasan As-Subki. 
  • 4 kitab tentang bahasa dan Adab, diantaranya : At-Tadzkirah An-Nahwiyah, I’rab Liba’dhi Al-Ahadits An-Nabawiyah wal Abyat Asy-Syi’riyah allati Istasyhada biha Ulamau Al-Lughah, Rabi’u Al-Ghazlaan, dan kitab tentang Adab (sastra). 

Wafat Beliau

Beliau wafat di Mesir pada tanggal 3 bulan Rajab tahun 794 H.

C. METODE PENULISAN
Kitab Bahrul Muhith ini memakai metode yang biasa dipakai oleh para ulama ushul madzhab Syafi’i yakni Metode Mutakallimin (Thariqah Mutakallimin). Metode ini merupakan metode mayoritas ulama (jumhur). Metode ini memiliki beberapa keunikan sebagai berikut: 

  1. Pertama, menaruh perhatian serius kepada penyeleksian masalah dan penetapan kaidah berdasarkan prinsip-prinsip logika. 
  2. Kedua, kecenderungan yang kuat kepada argumentasi rasional. 
  3. Ketiga, berpanjang-lebar dalam memaparkan diskusi dan perdebatan. 
  4. Keempat, mensterilkan pembahasan masalah ushul dari masalah-masalah cabang (fiqih).

D. RANGKUMAN ISI

Kitab Bahrul Muhith ini merupakan salah satu kitab ushul fiqh berdasarkan madzhab Syafi’i. kitab ini disebutkan dalam kitabnya secara menyeluruh dalam pengumpulan ucapan-ucapan para ahli ushul terdahulu dan terkini dalam satu kodifikasi hukum, sehingga terlihat sangat luas dari pendapat para ahli ilmu dalam setiap masalahnya. Di dalamnya juga disebutkan pandangan setiap madzhab dan penelitiannya terhadap masalah tertentu serta perbandingan setiap pendapatnya masing-masing. Di sebutkan juga dalil-dalil dan kritikannya, sebab-sebab khilaf, kemudian setelah itu meralat, menyalahkan, dan merajihkan suatu masalah tertentu. 

Seperti dalam kitab ushul Fiqh lainnya, beliau menyebutkan berbagai istilah dan kaidah dalam ushul disertai pengertiannya dengan jelas berikut dihadirkan contoh-contohnya dalam setiap permasalahan, kemudian disebutkan pendapat dari berbagai ulama dan memberikan pendapat utama.

Kitab ini terdiri dari 6 jilid:

  1. Jilid pertama terdiri dari 495 halaman, yang dimulai dengan mukaddimah, biografi penulis, pengertian ushul fiqh, dan istilah-istilahnya dalam ushul fiqh.
  2. Jilid kedua terdiri dari 463 halaman membahas tentang Bahasa dan Isytiqaq secara terperinci
  3. Jilid ketiga terdiri dari 515 halaman membahas tentang ‘Am (umum) dan Khas (Khuhus) dan berbagai contoh permasalahan, dan istilah-istilah: Muthlaq, Muqayyad, Zhahir dan Mu’wil, pembahsan Mujmal, Bayan dan Mubayyan, 
  4. Jilid keempat terdiri dari 560 halaman membahas Istilah Mafhum beserta perinciannya, kitab Naskh, Pembahasan Sunnah dan Kitab Ijma’
  5. Jilid kelima terdiri dari 376 halaman pembahasan tentang Qiyas beserta rukun-rukunnya.
  6. Jilid keenam terdiri dari 704 halaman membahas tentang Istidlal, istiqra,pembahasan tentang Ijtihad, taqlid dan pembahasan dalam pemfatwaan.

E. PENERBIT

Kitab Bahrul Muhith ini edisi cetakan kedua tahun 1413 H /1992 M Hak cipta dari  Kementrian Wakaf dan Urusan Islam Kuwait dan Darus Shafwah telah diberi izin untuk mencetak ulang kitab tersebut. Cetakan Darush Shafwah merupakan salah satu maktabah dan penerbit yang sudah memenuhi standar kualitas isinya (nuskhah, takhrij, dan tahqiq) demi menyebarkan ilmu dan pemahaman Islam dari kitab para ulama untuk semua penuntut ilmu

PENUTUP

Dengan demikian kami menguraikan resensi Kitab Bahrul Muhith Fi Ushul Fiqh Li Az-Zarkasyi ini. Dengan segala kekurangan dan keterbatasan penulis dalam review kitab ini, maka penulis sangat menerima kritik dan saran yang membangun untuk kebaikan ilmu dalam kebenaran.

Semoga Allah ta’ala memberikan taufiq kepada kita semua dan menjadikan ilmu yang bermanfaat serta diberkahi bagi kita semua. Walhamdulillah.

REFERENSI 

  • http://wikipedia.com/
  • http://alsofwa.or.id/

(Peresensi: Irsyad Maulana)

DESKRIPSI KITAB

  • AL BAHRUL MUHÎTH FÎ USHÛLIL FIQH
  • ✍ Penulis : AZ-ZARKASYI BADRUDDÎN BIN MUHAMMAD ASY-SYÂFI’I 
  • 🏢 Penerbit : DARUS SHOFWAH
  • 🗒 Tebal : 6 jilid Hardcover 
  • 📦 Berat : 6,4 kg
  • 💰 Harga : Rp. 900.000 
  • 📲 0831-1077-0955



Categories
Resensi Kitab

Resensi Kitab: Al Minhaj Syarah Shahih Muslim Ibnl Hajjaj

✍ Penulis : Muhyiddin yahya bin syaraf An Nawawi
Al Minhaj Syarah Shahih Muslim adalah kitab syarah hadits yang sangat masyhur (populer) di kalangan umat Islam. Salah satu dari karya Imam An-Nawawi ini merupakan syarah dari kitab Shahih Muslim karya Imam Muslim. Penulis mensyarah kitab ini karena melihat besarnya faidah dan manfaat bagi umat Islam. Kitab Shahih Muslim merupakan referensi induk kitab-kitab hadits dengan tingkat kwalitas sanad dibawah kitab Shahih Al-Bukhari.

Biografi Penulis

Beliau adalah Yahya bin Syaraf bin Hasan bin Husain An-Nawawi Ad-Dimasyqiy, Abu Zakaria. Beliau dilahirkan pada bulan Muharram tahun 631 H di Nawa, sebuah kampung di daerah Dimasyq (Damaskus) yang sekarang merupakan ibukota Suriah. Beliau mulai belajar dan menghafal Al-Quran sebelum menginjak usia baligh.

Ketika usianya sudah mencapai 19 tahun orangtua beliau mengajak pergi ke Dimasyqi untuk menuntut ilmu.  Ia tinggal di madrasah Ar-rawahiyyah di dekat Al-Jami’ Al-Umawiy

Diantara Syaikh Beliau:

Abu Ishaq A-Muradiy, Abul Faraj Ibnu Qudamah Al-Maqdisiy, Ishaq bin Ahmad Al-Maghribiy dan Ibnul Firkah
Dan diantara murid beliau: Ibnul ‘Aththar Asy-Syafi’iy, Abul Hajjaj Al-Mizziy, Ibnun Naqib Asy-Syafi’iy, Abul ‘Abbas Al-Isybiliy dan Ibnu ‘Abdil Hadi.

Imam Nawawi meninggalkan banyak sekali karya ilmiah yang terkenal, diantaranya:

  1. Dalam bidang hadits: Arba’in, Riyadhush Shalihin, Al-Minhaj (Syarah Shahih Muslim), At-Taqrib wat Taysir fi Ma’rifat Sunan Al-Basyirin Nadzir.
  2. Dalam bidang fiqih: Minhajuth Thalibin, Raudhatuth Thalibin, Al-Majmu’.
  3. Dalam bidang bahasa: Tahdzibul Asma’ wal Lughat.
  4. Dalam bidang akhlak: At-Tibyan fi Adab Hamalatil Qur’an, Bustanul Arifin, Al-Adzkar.

Imam Nawawi meninggal pada 24 Rajab 676 H –rahimahullah wa ghafara lahu-.

Pujian para ulama kepadanya
Ibnul Aththar berkata,

“Guru kami An Nawawi disamping selalu bermujahadah, wara’, muraqabah, dan sangat zuhud terhadap dunia, beliau adalah seorang yang hafidz terhadap hadits, bidang – bidangnya, rijalnya, dan ma’rifat shahih dan dha’ifnya, beliau juga seorang imam dalam madzhab fiqh.”

Dalam Buku ini terdapat pembahasan diantaranya

  • Kitabul Iman, Mencakup : Bab iman, islam, dan ihsan. Bab penjelasan sholat lima waktu termasuk dari rukun islam.  Dll
  • Kitab Thoharoh, Mencakup : Bab keutaman wudhu, Bab wajibnya bersuci ketika hendak sholat, Bab tentang bersiwak, Dll
  • Kitab Jum’at, Mencakup : Bab mandi wajib ketika hendak sholat jum’at bagi laki-laki yang sudah baligh, Bab memakai parfum dan bersiwak ketika hendak sholat jum’at, Bab keutamaan hari jum’at, Dll
  • Kitab Sholat Istisqo,  Mencakup : Bab mengangkat kedua tangan dalam berdoa ketika sholat istisqo, Bab doa sholat istisqo, Dll

Dan masih banyak lagi pembahasan ilmu agama yang sangat kita butuhkan untuk memperdalam ilmu agama kita.

Buku ini sangat cocok untuk panduan kita belajar tentang hadis dari Rasulullah yang berkaitan tentang kehidupan kita, hal-hal yang banyak kita hadapi dalam kehidupan kita sehari-hari.

Semoga bermanfaat yang sedikit ini.

Sumber: Admin Toko Kitab hubungi 083110770955.

Categories
Resensi Kitab Terjemah

Resensi Pengantar Studi Ilmu Hadits

Judul terjemahan: Pengantar Studi Ilmu Hadits

  • Judul asli: Mabahits fii ‘Ulumil Hadits
  • Penulis: Syekh Manna Al-Qaththan
  • Penerjemah: Mifdhol Abdurrahman
  • Penyunting: Muhammad Ihsan
  • Penerbit: Pustaka Al-Kautsar
  • Halaman: 205 halaman
  • Kontak: 083110770955

Ni dia salah satu buku terjemahan yang best seller di bidang ilmu hadis, ditulis oleh seorang pakar asli di bidangnya dan kualitas terjemahannya baguuuus banget.

Penulis aslinya orang Mesir, nama lengkapnya adalah Manna Kholil Al- Qaththan lahir di desa Syansur daerah Manufiyah Mesir pada bulan Oktober tahun 1925 M. Beliau berasal dari keluarga kelas menengah yang relijius. Seperti umumnya anak-anak di Mesir, beliau di waktu kecilnya menghafal Qur’an di kuttab, lalu melanjutkan ke madrasah diniyyah di kampungnya, lalu lanjut lagi ke Ma’had Diniy Azhariy di kota Shibin Al-Kum, kemudian lanjut ke Universitas Al-Azhar di fakultas Ushuluddin, kemudian lanjut lagi untuk belajar ilmu keguruan sampe dapet ijazah ‘alimiyyah. Diantara guru-guru beliau yang utama adalah bapaknya sendiri Syekh Abdurrozzaq Afifi, Syekh Hasan Al-Banna, Syekh Muhammad Al-Bahi, Syekh Abdul Mutaal Saifun Nashr, Syekh Ali Syalabi, Syekh Muhammad Zaidan, dan Syekh Muhammad Yusuf Musa. Beliau juga terjun ke medan tempur Palestina tahun 1948 bersama pasukan Al-Ikhwan Al-Muslimin (ya beliau juga tokoh penting Al-Ikhwan). Kemudian beliau diminta Raja Abdul Aziz Aalu Suud untuk mengajar di Kerajaan Saudi Arabia. Beliau menempati posisi-posisi penting disana, yakni menjadi pendiri ma’had diniy di Ahsa, kemudian Qoshim, juga menjadi pejabat teras di Departemen Pendidikan disana, juga menjadi mustasyar khos di Kementerian Dalam Negeri KSA, juga mengajar di Universitas Imam Muhammad bin Suud Riyadh (dan jadi muassis, musyrif dan mudir pasca sarjana disana), juga jadi mudir Ma’had Aliy lil Qodlo di Riyadh, banyak sekali qodli dan ulama yang lahir dari didikan beliau. Beliau juga menjadi anggota Robithoh Alam Islami dan beberapa organisasi keulamaan lain. Beliau wafat pada tanggal 19 Juli 1999 di Riyadh, disholatkan di Masjid Ar-Rojihi daerah Ar-Robwah dan dimakamkan di daerah An-Nasim di Riyadh.

Buku ini adalah buku daras di perguruan tinggi, jadi tartibnya seperti umumnya buku daras perguruan tinggi modern, yaitu gaya bahasa yang simpel, ada tiap contoh per bahasan, tiap tema penting dibahas secara sapu jagad dan menyertakan saran-saran kitab untuk telaahan lebih lanjut.

Dibawah ini daftar isi bukunya:

Pengertian Hadits Nabawi

  • ·        Perhatian Terhadap Hadits
  • ·        Definisi Hadits
  • ·        Bentuk-Bentuk Periwayatan
  • ·        Perbedaan Antara Hadits Qudsi Dengan Al-Qur’an
  • ·        Perbedaan Antara Hadits Qudsi Dengan Hadits Nabawi

As-Sunnah dan Kedudukannya dalam Syariat Islam

  • ·        Kedudukan As-Sunnah Sebagai Hujjah Dalam Syari’at Islam
  • ·        Kedudukan As-Sunnah Dalam Dalil-Dalil Syari’at
  • ·        Syubhat-Syubhat dan Bantahannya

Penulisan Pembukuan Hadits Nabi

  • ·        Penulisan Hadits
  • ·        Pembukuan Hadits
  • ·        Metode Pembukuan Hadits dan Karya Terpopuler Di Bidang Itu

Ilmu Hadits: Pertumbuhan, Perkembangan dan Pengenalan Akan Keduanya

  • ·        Pertama: Dorongan Agama
  • ·        Kedua: Dorongan Sejarah
  • ·        Ketiga: Kritik Terhadap Riwayat

Ilmu Rijalul Hadits

  • ·        Kitab-Kitab Tentang Nama-Nama Sahabat Secara Khusus
  • ·        Penyusunan Berdasarkan Thabaqat (Generasi)

Ilmu Al-Jarh Wa At-Ta’dil

  • ·        Pensyariatan Al-Jarh Wa At-Ta’dil
  • ·        Perkembangan Ilmu Al-Jarh Wa At-Ta’dil
  • ·        Perbedaan dan Tingkatan Para Perawi
  • ·        Orang-Orang Yang Paling Masyhur Berbicara Mengenai Perawi
  • ·        Tingkatan-Tingkatan Al-Jarh Wa At-Ta’dil

Ilmu Gharib Al-Hadits

  • ·        Buku-Buku Yang Terkenal Dalam Bidang Ini

Ilmu ‘Ilal Hadits

  • ·        Buku Terkenal Dalam ‘Ilal Hadits
  • ·        Tempat-Tempat dimana Ilal Banyak Terdapat dan Contohnya

Ilmu Mukhtalaf dan Musykil Hadits

  • ·        Munculnya Ilmu Mukhtalaf dan Musykil Hadits
  • ·        Buku-Buku Yang Terkenal Dalam Ilmu Mukhtalaf dan Musykil Hadits
  • ·        Contoh dari Ilmu Ini, Dari Kitab Ta’wil Mukhtalaf Al-Hadits karya Ibnu Qutaibah

Ilmu Musthalah Hadits

  • ·        Pembagian Hadits Dilihat Dari Segi Sampainya Kepada kita
  • ·        Hadits Mutawatir
  • ·        Hadits Ahad
  • ·        Hadits Shahih
  • ·        Hadits Hasan
  • ·        Pembagian Khabar Yang Maqbul (Diterima) Yang Dapat Diamalkan dan Yang Tidak Dapat Diamalkan
  • ·        Apa Yang Harus Dilakukan Untuk Mendudukkan Dua Hadits Maqbul dan Mukhtalaf itu?
  • ·        Hadits Nasikh dan Mansukh
  • ·        Hadits Dhaif
  • ·        Mu’allaq
  • ·        Mursal
  • ·        Mu’dhal
  • ·        Munqathi
  • ·        Mudallas
  • ·        Mursal Khafi
  • ·        Hadits yang Mardud
  • ·        Maudhu
  • ·        Matruk
  • ·        Munkar
  • ·        Ma’ruf
  • ·        Mu’allal
  • ·        Mukhalafah Li Ats-Tsiqat
  • ·        Mudraj
  • ·        Maqlub
  • ·        Al-Mazid Fi Muttashil Al-Asanid
  • ·        Mudhtharib
  • ·        Mushahhaf
  • ·        Hadits Ayadz dan Mahfuzh
  • ·        Jahalah Ar-Rawi
  • ·        Bid’ah
  • ·        Su’ul Hifzh
  • ·        Pembagian Hadits Menurut Sandarannya
  • ·        Marfu
  • ·        Mauquf
  • ·        Maqthu
  • ·        Ziyadah Ats-Tsiqah
  • ·        Al-Mutabi dan As-Syahid serta Al-I’tibar

Jalan Menerima Hadits dan Bentuk Penyampaiannya

  • Perbedaan Antara Kalimat Mitsluhu dan Nahwuhu

Ilmu Takhrij dan Studi Sanad

  • ·        Metode Takhrij
  • ·        Studi Sanad Hadits

Sanad dan Hal-Hal Seputarnya

  • ·        Sanad ‘Aliy dan Nazil
  • ·        Hadits Mursal
  • ·        Riwayat Yang Tua Dari Yang Lebih Muda
  • ·        Riwayat Ayah Dari Anaknya
  • ·        Riwayat Anak Dari Bapaknya
  • ·        Mudabbaj Riwayat Teman Dekat (Al-Aqran)
  • ·        Sabiq dan Lahiq
  • ·        Mengenal Para Perawi
  • Muttafaq dan Muftaraq
  • Mu’talaf dan Mukhtalaf
  • Mutasyabih

Versi terjemah ini banyak dipake sebgai buku wajib di institusi pendidikan Islam di negara kita, mungkin sekolah anda salah satu satunya.

Buku ini sangat sesuai bagi anda yang mau memulai studi di bidang hadis.

Wassalam.

Sumber: Abu Abdullah Al Depoki al-mulaqqob bin Abi Tajir.

Categories
Resensi Kitab

RESENSI KITAB AT-TAUDHIHAT AL JALIYYAH ‘ALA SYARH AL-‘AQIDAH ATH THAHAWIYAH

Penjelasan yang Tuntas dan Mendalam terhadap Syarah aqidah thahawiyah.

A. PENGANTAR

Akidah yang haq adalah akidah yang dipegang oleh Rosulullah – Sholallahu ‘Alaihi Wassalam – dan para sahabat nabi – Rodhiyallahu ‘Anhum – yang merupakan umat terbaik setelah Rosulullah. Hanya saja, Sunnah Allah yang berlaku pada makhluk Nya menetapkan adanya rintangan yang menghadang akidah yang haq ini, sehingga terjadilah apa yang telah oleh disinyalir Rasulullah, berupa perpecahan umat ini menjadi banyak kelompok golongan, tetapi Ahlus Sunnah wal Jama’ah tetap teguh di atas manhaj Salaf ash-Shalih, membela akidah yang ini, menyebarkan tauhid murni dan memerangi ahli bid’ah dan pengusung hawa nafsu.

Al Imam Abu Ja’far Ahmad bin Muhammad Ath Thahawy (321 H) telah menulis risalah tentang penjelasan intisari aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah berdasarkan madzhab para ulama Fiqh Imam Abu Hanifah Al-Kufiy, Abu Yusuf Ya’qub Al-Anshariy, Abu Abdillah Muhammad bin Al Hasan Asy Syaibaniy –rahimahumullah-, berikut yang mereka yakini dan berpegang teguh dari pokok-pokok Agama ini.

Tidak diragukan lagi beliau telah ditetapkan sebagai  ulama yang berpegang teguh pada ‘aqidah ahlus sunnah wal jama’ah  berdasarkan madzhab Abu Hanifah dan para sahabatnya, di antaranya:

  • Menurut para ulama, Ath Thahawiy adalah seorang Imam, Hafizh, Ahli Hadits, Tsiqah, Imam Adz Dzahabiy berkata: “beliau adalah seorang Imam, Ahli ilmu, Muhaddits dari Mesir, dan seorang yang Faqih.” Dan menurut Abu Sa’id bin Yunus; “Beliau itu Tsiqah, tsabat, Faqih dan Cerdas tidak menyelisihi yang lainnya.
  • Sesungguhnya jumhur ulama dari ahlussunnah wal jama’ah telah menerima aqidah ath thahawiy dengan sebenar-benarnya. Telah berkata As Subkiy Asy Syafi’i; “Jumhur ulama madzhab yang empat berada di atas kebenaran, mereka menetapkan aqidah Imam Abu Ja’far Ath Thahawiy yang telah diterima oleh para ulama terdahulu dan terkini.” Berkata Abu Ma’in An Nasafiy; “Sungguh Abu Ja’far Ath Thahawiy termasuk seorang ulama yang diliputi dengan ilmu-lmu dari ulama salaf secara umum, dan ilmu-ilmu dari Imam Abu hanifah dan sahabatnya secara khusus.”

Sesungguhnya penjelasan aqidah ahlussunnah menurut Ath Thahawiy merupakan risalah yang tulus, yang beliau tulis berdasarkan aqidah salafusshalih, dan dibuat dengan gaya bahasa yang mudah dan ringan. Karyanya mengandung aqidah ahlussunnah wal jama’ah dengan ungkapan yang baik. 

Oleh karena itu, para ulama sangat memperhatikan secara syarah atau penjelasan dan pembelajaran Aqidah Thahawiyyah di setiap majelisnya.

Di antara syarah-syarahnya yang terbaik adalah syarahnya Imam Abul Hasan ‘Ali bin ‘Ali bin Muhammad yang dikenal dengan Ibnu Abi Al ‘Izz Al Hanafiy (792 H).

B. BIOGRAFI PENULIS

1. Mengenal Al Imam Ath Thahawiy

Nama lengkap beliau adalah Al Imam Abu Ja’far  Ahmad bin Muhammad bin Salamah bin Abdul Malik Al Azdi Al Hajariy Al Mishriy Ath Thahawiy, nasabnya sampai ke Thaha, salah satu daerah yang kering di Mesir.

Dilahirkan pada tahun 239 H dan wafat 321 H, beliau tumbuh di sebuah rumah yang penuh ilmu dan keutamaan, ayahnya seorang ahli ilmu dan cerdas dalam syair serta riwayat-riwayatnya dan ibunya termasuk salah satu murid imam Asy Syafi’i yang selalu hadir dalam setiap majelisnya, paman beliau adalah Imam Al Muzaniy diantara murid Imam Asy Syafi’i yang paling faqih. 

Beliau hidup sezaman dengan para Imam Huffazh dari Kutubus Sittah, beliau berada dalam rantaian riwayat-riwayat mereka.

Karya Ilmiyah

Beliau menulis berbagai kitab dalam bidang aqidah, tafsir, hadits, fiqih, dan Sejarah. Sejarawan telah menghitung karya-karya beliau sekitar 30 kitab, di antaranya:

  • Syarh Ma’ani Al Atsar
  • Syarh Musykil Al Atsar 
  • Mukhtashar Ath Thahawiy Fil Fiqhil Hanafiy
  • Sunan Asy Syafi’i
  • Al Aqidah Ath Thahawiyah


Wafat

Al Imam Ath thahawiy wafat pada tahun 321 H malam kamis bulan Dzulhijjah, dimakamkan di Qurafah pemakaman Bani Asy’at.

2. Mengenal Al Imam Ibnu Abi AlIzz

Nama lengkap beliau adalah Al Imam Al ‘Allamah Shadruddin, Abul Hasan ‘Ali bin ‘Alauddin ‘Ali bin Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin Syarafuddin Abul Barakat Muhammad bin ‘Izzuddin  Abul ‘Iz Shalih bin Abul ‘Izz bin Wuhaib bin ‘Atha, Adh Dhimasyqiy Ash Shalihiy Al Hanafiy dikenal dengan Ibnu Abil ‘Izz.

Beliau dilahirkan pada tanggal 22 Dzulhijjah 731 H. beliau terhubung dengan nasab keluarga yang memiliki kecerdasan dan hafalan yang kuat, kedudukannya yang tinggi terhadap cakupan ilmu yang luas, semenjak menyebarnya madzhab Imam Hanafiy di Damaskus, sehingga para ulama-ulama menyibukkan dalam pembelajaran, hukum dan fatwa.

Di Antara Karya-karyanya adalah:

  • Syarah Aqidah Thahawiyyah ini yang mencakup pembahasan yang ringkas namun mendalam;
  • At tanbih ‘ala Musykilatil Hidayah
  • An Nur Al lami’ fi ma ya’malu bihi fil jaami’
  • Al Itba’ 


Wafat
 

Beliau wafat pada Dzulqa’dah 792 H, Semoga Allah ta’alaa selalu mencurahkan rahmat-Nya kepadanya dengan seluas-luasnya. Amiin.

3. Mengenal Syaikh Muhammad Al Khumayyis

Syaikh Muhammad bin ‘Abdurrahman Al Khumayyis adalah seorang Professor dalam Jurusan ‘Aqidah dan Madzhab-madzhab Klasik Fakultas Ushuluddin di Universitas Al Imam Muhammad bin Su’ud. 

Beliau mulai menuntut ilmu sejak tahap persiapan tingkat ke tiga, melanjutkan ke Ma’had Ilmi di Riyadh dimana banyak Ulama terbaik dan guru-guru pilihan seperti Syaikh Ibrahim Al Muhayyidzif, Syaikh Abdullah Al Munif dan Masyaikh lainnya yang dapat diambil manfaatnya dari mereka di Ma’had Ilmi. Kemudian beliau melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Ushuluddin.  

Beliau sering hadir di Majelis ilmu para Masyaikh di Masjid seperti majelis Syaikh Abdullah bin Jibrin, Syaikh  Abdul ‘Aziz bin Baz , Syaikh Abdullah bin Hamid, dan ulama-ulama lainnya –rahimahumullah-.

Adapun guru beliau di Jami’ah di antaranya Syaikh Abdullah bin Nashir Al Barrak, beliau telah mengambil banyak ilmu dan akhlak darinya. 
Selain itu di antara guru-guru beliau yaitu Syaikh Shalih Al Athram, semoga Allah merahmatinya, beliau belajar fiqh darinya terutama fiqh Madzhab Hambali begitu juga dari Syaikh Abdul ‘Aziz Ar Rasyiy.

Syaikh Muhammad Al Khumayyis memiliki banyak karya dalam tulisannya, diantaranya:

  • Hiwar ma’a Asy’ariy
  • At-tanbihat ‘ala At-ta’wilat fi kitab manahilil ‘Irfan
  • Syarh Muyassar Lit Tadmurriyah
  • Sabilul Huda war Rasyad Lima’rifati Haqiqah Tauhid Al ‘ibad
  • ‘Inayah Mulk ‘Abdul ‘Aziz bil ‘Aqidah As Salafiyyah
  • Al ‘Aqidah ‘ala Madzhab Al Imam Abi Hanifah
  • Al ‘Aqidah ‘ala Madzhab Al Imam Malik
  • Al ‘Aqidah ‘ala Madzhab Al Imam Asy Syafi’i
  • Al ‘Aqidah ‘ala Madzhab Al Imam Ahmad

C. METODE PENULISAN

Meskipun telah banyak syarah Aqidah Thahawiyah dan Mukhtashar-nya, maka itu semua bertujuan sebagai khidmah kepadanya, mendekatkan kepada tujuan kitab dan menjelaskan maksud-maksudnya. Supaya pembaca dapat menyingkap tentang kandungan isi kitab, dan menjelasakan apa yang diringkas oleh penulis, serta menjelaskan istilah-istilah ilmiyyah dan filsafat yang sulit bagi sebagian penuntut ilmu dalam memahaminya.

Oleh karena itu, dikumpulkan  Kitab ini telah diterima secara luas oleh kaum Muslimin dan dikaji di berbagai majelis dan bahkan lembaga-lembaga pendidikan formal, dan lebih dari itu, ia telah direkomendasikan oleh banyak para ulama.
Hanya saja, kitab tersebut cenderung terasa berat bagi sebagian kalangan, sehingga terkesan hanya tepat untuk kalangan akademisi. Penyusun mengambil langkah ini, didasari pengalaman panjang beliau sebagai dosen dalam mengajarkan kitab tersebut, agar dapat dinikmati oleh seluas mungkin dari kaum musliminslimin. Dan intisari beliau ini terbukti telah diterima secara luas di dunia Islam, sehingga edisi aslinya saja telah dicetak ulang belasan kali.

Di antara langkah penyusunan intisari ini, adalah:

  1. Pertama: mengesampingkan uraian-uraian panjang yang sebenarnya sudah terwakili oleh uraian intinya.
  2. Kedua: mengesampingkan pembahasan-pembahasan filsafat yang merupakan bantahan terhadap sekte-sekte sesat.
  3. Ketiga: mentakhrij hadits-hadits beradasarkan standar ilmu hadits yang telah ditetapkan para ulama. Ringkasnya, buku ini menjelma menjadi buku akidah yang praktis, sederhana dan layak dibaca semua kalangan, tetapi tidak mengurangi predikatnya sebagai salah satu buku akidah Islam terbaik.
  4. Keempat: memberikan judul-judul sub yang rinci dengan pembagian-pembagian yang cermat sehingga menjadi urut dan padu.

D. RANGKUMAN ISI KITAB

Kitab At Taudhihat Al jaliyyah ini terdiri dari 3 jilid, dengan rincian sebagai berikut:

  1. Jilid pertama dengan tebal sebanyak 462 halaman. Di dalamnya di awali dengan Matan Al ‘Aqidah Ath Thahawiyyah, Muqaddimah Aqidah, kemunculan Perbedaan dan Bid’ah dalam agama, hakikat tauhid dan penamaannya, pembagian tauhid, pokoknya tauhid bahwa sesungguhnya Allah ta’ala tidak ada satupun yang menyerupaiNya, kalimat tauhid Laa ilaaha illallah, semua yang dikabarkan dalam penciptaan maka itu atas Kehendak Allah ta’ala, Pengenalan manusia atas Rabb mereka dengan nama-namaNya dan sifat-sifatNya, Penetapan sifat (Maha Pencipta dan Maha Pemberi Rizki) dan dari sifat perbuatan bahwa Dialah yang Menghidupkan dan Mematikan, Rabb disifati dengan sifat kesempurnaan yang kekalndan abadi, Allah yang Maha Pencipta dan Maha Mengadakan  Dialah Rabb dengan semua makna Rububiyah sebelum menciptakan makhluk, penetapan kekuasaan Rabb atas segala sesuatu dan penolakan atas Mu’tazilah, Allah ta’ala yang Menciptakan seluruh makhluk Dialah yang Maha Mengetahui atas mereka, Kesempurnaan Ilmu Allah ta’ala, pembahasan tentang kenabiaan, Al-Qur’an adalah Kalam Allah bukanlah makhluk, Pendapat Ahlussunnah waljama’ah dan yang menyelisihi mereka, dan diakhiri dengan daftar isi jilid pertama.
  2. Jilid kedua dengan tebal sebanyak 450 halaman. Di dalamnya memuat pembahasan diantaranya Ilmu kalam dan kritikan ulama salaf atasnya, Isra’ dan Mi’raj, Telaga, Syafa’at, Perjanjian, Qadha dan Qadhar, Iman kepada Lauh (catatan) dan Qalam (pena), ‘Arsy dan Kursi, Sifat kasih sayang dan Cinta, Pokok Iman menurut Ahlussunnah, Sifat Ahlul qiblat terhadap Islam meskipun mereka melakukan maksiat, Pengkafiran, Hakimat Iman dan penamaannya, Pemerintahan dan Penguasa, Iman dan Islam, dan diakhiri dengan daftar isi jilid kedua.
  3. Jilid ketiga dengan tebal sebanyak 476 halaman. Di dalamnya mencakup pembahasan dengan beberapa judul: Hukuman Pelaku dosa besar, Shalat dibelakang orang yang berbuat baik dan dosa, Hukuman dalam bentuk Surga atau neraka, Kafir atau Syirik, Taat dan patuh kepada Penguasa dan tidak Memberontak kepada mereka, Mengikuti Sunnah dan Jama’ah, Cinta karena Allah dan Benci karena Allah, Pendirian seorang Muslim terhadap Nash-nash yang Mutasyabihat dan Muhkamah, Mengusap kedua khuf ketika safar dan menetap, Haji dan Jihad bersama Penguasa pemerintahan atas penetapan waktunya, Iman kepada Malaikat, ‘Adzab Kubur, Kebangkitan, Balasan pahala dan Penentuan, Hisab, Jembatan dan Mizan, Surga dan Neraka dua makhluk yang nyata dan tidak akan binasa selamanya, Kemampuan, Beban dengan ukuran kesanggupan, Orang yang meninggal mengambil Manfaat atas usaha orang yang masih hidup, Allah ta’ala mengabulkan do’a setiap hambaNya, Sifat Marah dan Ridha, Cinta kepada para Shahabat Rasulullah -shallallahu’alaihi wasallam– Pembahasan tentang Khilafah, 10 orang yang dikabarkan masuk surga, Kewajiban atas Muslim terhadap para Shahabat Rasul dan Istri-istri mereka, Madzhab Ahlussunnah atas Ulama Salaf, Keutamaan antara Para Nabi dan Para Wali, Beriman kepada kemuliaan para Wali, Beriman kepada 10 tanda hari akhir, Para Dukun dan Peramal, Anjuran untuk berjama’ah dan Dilarang untuk memisahkan diri dan berselisih, Agama di sisi Allah adalah Islam, Melepaskan diri atas orang yang menyelisihi Aqidah Ahlussunnah wal jama’ah, dan diakhiri daftar isi jilid ketiga.

E. PENUTUP
Demikianlah dengan segala keterbatasan dan kemampuan penulis sebagai pembelajaran untuk memahami serta menambah ilmu dari kitab-kitab para ulama. Itulah sedikit  uraian yang sangat singkat tentang At Taudhiihat Al Jaliyyah ‘Ala Syarhi Al ‘Aqidah Ath Thahawiyyah. 

Sekiranya kritik dan saran yang bersifat membangun maupun koreksi dari para pembaca kami harapkan guna kebaikan kedepannya maupun saling membantu dalam hal Kebaikan kebenaran serta kesabaran.

Semoga Alloh ta’ala memberikan taufiq kepada kita semua dan menjadikan ilmu yang bermanfaat serta diberkahi bagi kita semua.

F. PENERBIT
Dar Ibnul Jauziy Arab Saudi merupakan salah satu penerbit kitab Arab terbaik dunia baik secara kualitas isi maupun hasil cetakan yang sangat lux. Kertas krem tebal, tinta hitam plus merah untuk sub judul, cover premium dan penjilidan yang bagus. Penerbit ini didirikan tahun 1405 H dengan tujuan menyebarkan ilmu Islam, dan pemahaman lewat kitab turats para ulama. Kitab ini sudah dicetak untuk kedua kalinya pada tahun 1435 H.

  • AT TAUDHIIHAAT AL JALIYYAH ‘ALA SYARHI AL AQIDAH ATH THAHAWIYYAH
  • Penulis : Prof DR Muhammad bin Abdurrahman Al Khumayyis
  • Penerbit: Dar Ibnul Jauziy Saudi 
  • Halaman: 3 Jilid
  • Berat: 3 kg
  • Harga: Rp 820.000
  • Tersedia di kami insya Allah 083110770955

Sumber: Ditulis oleh Al Faqir Ilallah Irsyad ibn Abdillah.

Categories
Fiqih Resensi Kitab

​RESENSI KITAB AL MUHADZDZAB

A. MUQODIMAH

Kitab Al-Muhazzab karya Imam Abu Ishaq Asy-Syirazi adalah salah satu kitab terpenting dalam mazhab Syafi’i.

Kitab ini merupakan rujukan utama dalam mazhab Syafi’i sampai kurun ke 6 hijriah.

Al-Muhazzab banyak menjadi bahan kajian ilmiah bagi para ulama, sehingga muncul berbagai karya ilmiah yang didasarkan darinya baik berupa Syarah, Hasyiah, Ta’liqot, Tahqiqat, dan penjelasan terhadap kalimat yg samar, takhrij hadits dan atsar didalamnya  amalan ilmiah lainnya. Diantaranya adalah Kitab Fawaid ‘ala Al-Muhazzab karangan murid beliau Imam Abu Ali Al-Fariqi,  dan tentu saja yang paling termasyhur kitab Al-Majmu’ Syarh Al-Muhazzab karangan Imam Nawawi merupakan referensi terbesar Fiqh Syafi’i secara khusus dan referensi Fiqh islam secara umum.

Kitab Al-Muhazzab ini ditulis pertama kali pada tahun 455 H dan selesai pada hari ahad di akhir bulan Rajab tahun 469, dimana di era yang sama Imam Haramaini menulis kitab monumentalnya Nihayatul-Mathlab. Di Era itu, dua kitab ini (Al-Muhazzab dan Nihayatul Mathlab) adalah rujukan paling unggul dan utama dalam Fiqh Syafi’i.

Dalam kitab-kitab Fiqh Mazhab Syafi’i era setelahnya, nama beliau sangat sering disebut. Imam Nawawi sendiri bahkan meletakkan sebuah istilah yang merujuk kepada beliau. Jika ditemukan dalam kitab-kitab Fiqh karangan Imam Nawawi kalimat “Asy-Syaikh” maka yang dimaksud adalah beliau, Syekh Abu Ishaq Asy-Syirazi.

B. BIOGRAFI IMAM ASY SYIROZI

Nasab

Ibrahim bin Ali bin Yusuf bin Abdullah, yang dikenal dengan Abu Ishaq al-Syirazi,
Perjalanan pendidikan : 

Ia dilahirkan pada tahun 393 H di desa Firz Abaz, sebuah kota dekat Syiraz, Persia. Ketika dewasa ia pindah ke Syiraz.

Di Syiraz Abu Ishaq al-Syirazi belajar fikih pada Abu Abdillah al-Baidawi dan Ibnu Ramin. Kemudian ke Bashrah untuk belajar fiqh pada al-Jazari. Tahun 415 H pindah ke Baghdad dan berguru ilmu ushul fiqh pada Abu Hatim al-Qazwaini dan al-Zajjaj. Selanjutnya ilmu hadits diterimanya dari Abu Bakar al-Barqani, Abi Ali bin Syazan dan Aba Tayyib al-Tabari, bahkan menjadi asistennya.

Sementara murid-muridnya antara lain Abu Abdullah bin Muhammad bin Abu Nasr al-Humaidi, Abu Bakar bin al-Hadinah, Abu al-Hasan bin Abd al-Salam, Abu al-Qasim al-Samarqandi.

Abu Ishaq al-Syirazi adalah seorang yang bersahaja bahkan sangat fakir sampai untuk melaksanakan hajipun ia tidak mampu. Makanannya juga sangat sederhana. Nama Abu Ishaq al-Syirazi popular dimana-mana sebagai cendekiawan yang tangguh, bahasanya bagus, ahli berdebat, berdiskusi dan pembela mazhab Syafi’i. Ia pernah menjadi dosen pada Universitas Nizhamiyah di Baghdad, sebuah Perguruan Tinggi Islam yang didirikan oleh seorang wazir (Menteri) kerajaan Saljuk.

Ia menempati kedudukan tersendiri di hati Khalifah al-Muqtadi bi Amrillah, sampai-sampai ketika ia meninggal, Madrasah Nizhamiyah, sebuah perguruan tinggi yang dibangunnya dimana Asy -Syirazi juga mengajar, harus ditutup, sebagai penghormatan dan rasa duka cita yang mendalam atas kematiannya.

Ia menulis sejumlah buku yang banyak dipakai dan menjadi referensi utama generasi pengikut mazhab Syafi’i sesudahnya. Antara lain: alTanbih dan alMuhazzab. Kedua kitab tersebut merupakan kitab fikih yang sangat popular dalam mazhab Syafi’i.

Abu Ishaq al-Syirazi meninggal di rumah Abu al-Muzaffar bin Rais al Ruasa, malam ahad jumada al-Akhir 476 H. Jenazahnya dishalati oleh Khalifah al-Muqtadi bin Amrillah, setelah lebih dulu dimandikan oleh Abu al-Wafa bin Aqil al-Hambali kemudian dikubur di pemakaman Bab al-Harbi Baghdad.

C. RANGKUMAN ISI KITAB

Pembahasan kitab ini seperti kitab – kitab fiqh pada umumnya, ringkasnya sebagai berikut:

➡️ Ubudiyah : Thoharoh, Sholat, Jenazah, Zakat, Puasa, I’tikaf, Haji.

➡️ Muamalat : Buyu’, Gadai, Shuluh, Hiwalah, Dhoman, Syirkah, Wakalah, Wadli’ah, ‘Ariyah, Ghoshob, Syuf’ah, Qirodl, Musaqoh, Ijaroh, Perlombaan, Ihyaul Mawat, Luqhathah, Laqith, Wakaf, Hibah, Wasiat, Perbudakan, Mukatab, Ummul Walad, Faroidl, Nikah, Mahar, Khulu’, Tholaq, Ila’, Dzihar, Li’an, Sumpah, Iddah, Penyusuan, Nafkah.

➡️ Jinayat : Diyat, Pemberontak, Peperangan, Hudud, Qodlo’, Persaksian, Iqrar.

Referensi :

  • http://www.referensimakalah.com/2013/06/biografi-abu-ishaq-al-syirazi.html?m=1
  • https://htmaalmunawwir.wordpress.com/muhadzab-dan-imam-asy-syairozi/

➡️ Deskripsi ringkas kitab :

  • AL MUHADZZAB FI FIQHIL IMAM SYAFI’I
  • Penulis : Al Imam Abu Ishaq Ibrohim Asy Syirozi
  • Penerbit : Dar Alamiyyah
  • Volume : 3 Jilid
  • Berat : 2,3kg
  • Harga Normal : Rp. 360.000
  • Kontak Penjual: +62-831-10770955 (diskon, dll)

Sumber resensi: Anton Lc.