Categories
Fiqih Ushul Fiqih

RESENSI KITAB Al Fiqhul Manhajiy ‘ala Madzhab Al-Imam Asy-Syafi’i

  1. Sumber: Anton Abu Abdillah Lc.
Link Buku A. MUQODDIMAH Segala puji bagi Allah Robb semesta alam yang menyebutkan di dalam Al-qur’an yang sangat jelas nyata, yang artinya : (Mengapa sebagian dari setiap golongan diantara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka..) at-Taubah :122 Dan sholawat serta salam kepada baginda Muhammad ﷺ yang amanah yang pemimpin umat Islam, menyebutkan dalam haditsnya, yang artinya : Barangsiapa yang Alloh inginkan baginya kebaikan maka Alloh akan faqihkan dia dalam urusan agama. HR. Bukhori dan Muslim. Serta sholawat kepada keluarganya yang bersih dan para sahabatnya yang menyebarkan agama ini dengan hujjah dan dalil yg sangat terang dan jelas. Kemudian penulis melanjutkan, maka sesungguhnya sebaik-baik perkara yang menyibukkan manusia yaitu mengetahui halal dan haram dari sebuah hukum, dn mengetahui perbuatan yang benar dan salah, dan ilmu fiqh yang mengambil peran untuk menjelaskan hal tersebut. Dan digambarkan dalam kata pengantar ini bagaimana kegigihan para ulama terdahulu dalam menjelaskan suatu hal dalam ilmu fiqih dengan berbagai pembahasan dan metode yang diambil, semoga Alloh meridhoi mereka dalam hal tersebut dan mencatatkan sebagai amal jariyah dan ilmu yang bermanfaat yang tak habis pahalanya sampai hari kiamat. Sehingga demikian kita dapati dalam penulisan fiqh menjelaskan masalah yang penting beserta dalil dalil dari Al-Qur’an dan As-sunnah, yang disertai keterangan- keterangan tentang hikmah pensyariatannya, dan bahasa yang mudah dipahami serta diberikan contoh dalam permasalan yang ada. Walau demikian kami menyadari bahwa dalam menyampaikan hal demikian belumlah setara dengan para fuqoha terdahulu, namun kami merasa bahwa kami pun berkewajiban untuk hal ini. Maka kami memohon pertolongan Alloh untuk dapat menunaikan tanggungjawab ini dengan daya kemampuan yang kami miliki, dan semoga mereka yang lebih bisa dapat memlengkapi dan memperbaiki yang tidak tepat dan yang salah, walau dengan maksimal daya upaya kami tidaklah luas. Dan dari sini kami mengedepankan yang pertama dalam pembahasan ini yaitu bersuci dan sholat yang wajib diketahui bagi setiap muslim. Kami menamakan buku ini AlFiqhu alManhaji berdasarkan Madzhab AlImam AsySyafii. Dan kami berharap kepada para saudara yang menginginkan kebaikan agar memberikan petunjuk jika ada kekeliruan dan bukan untuk menjatuhkan serta mencari kesalahan kami semata. Yaa Alloh, tuluskanlah niat dan amalan kami, berilah taufiq kepada kami dengan sesuatu yang engkau sukai dan ridhoi, dan berilah manfaat umat islam dengan perantara amalan kami ini dan tunjukilah kami kejalan yang lurus yang engkau ridhoi. Kemudian setelah muqoddimah penulis memberikan : Link Buku PENGENALAN ILMU FIQH, SUMBER DAN SEBAGIAN ISTILAHNYA
  1. Pengertian Fiqh.
  2. Kaitan antara fiqh dan aqidah islamiyyah.
  3. Fiqh Islam mencakup semua keperluan manusia :
  • Hukum Ibadah
  • Hukum Keluarga
  • Hukum Muamalat
  • Hukum pemerintahan
  • dan seterusnya
Sumber hukum fiqh:
      • Al-qur’an
      • Assunnah,
      • Ijma’ dan
      • Qiyas
      Pengertian istilah ilmu fiqh:
          • Fardhu
          • Wajib
          • Fardhu ‘Ain
          • Fardhu kifayah
          • Rukun
          • Syarat
          • Mandub
          • Mubah
          • Harom
          • Makruh
          • Al-Adha’
          • Qodho
          • I’adah
          Adapun Isi Kitab seperti pada buku fiqh umumnya yang ber bab perbidang pembahasan yang di mulai dengan bab thoharoh, sholat, dan seterusnya. Link Buku B. SEKILAS BIOGRAFI PARA PENULIS Seharusnya bagi kita para penuntut ilmu untuk mengetahui mengenali pengarang kitab, dan admin mendapati dari beberapa sumber buku media cetak rekaman ceramah maupun artikel, beberapa diantarany akan kami sebutkan secara ringkas terkait biografi para penulis,, 1. Syaikh Dr. Musthofa al- Khin Nama beliau Musthofa bin Sa’id bin mahmud al khin Asy-Syafi almidani addimasqi, Antara guru beliau
          • Syaikh abdul ghoni addaqqar
          • Syaikh muhammad amin suwaid
          Karya beliau diantara nya :
          • Kitab nuzhatul muttaqin
          • Al-Aqidah islamiyyah
          Syaikh Dr. mustafa juga pernah mengajar di berbagai university antaranya university dimasyqi, Imam Muhammad bin su’ud, universitas ulum al islamiyyah dll Dan ulama seangkatan beliau diantaranya yaitu syaikh Muhammad said al-Buti, dll 2. Syaikh Dr. Musthofa al-Bugho Nama beliau Musthofa al bugho lahir di damaskus, syria Karya beliau diantaranya
          • Alwafi syarh arbain
          • Al itqon (tahqiq)
          • Shahih Bukhori (Tahqiq)
          • Al-Fiqh manhaji dll
          1. Syaikh Dr. Ali asysyurbaji Beliau ulama yang masyhur di kota syam yang tokoh ulama merupan guru beliau diantaranya :
          • Muhammad hasamn habannakah
          • Syaikh Musthofa al-khin
          • Syaikh said ramadhan al-buti
          Karya beliau diantaranya :
          • Tafsir al bashoir
          • Fiqh manhaji dll
          Dan banyak ulama yang memuji beliau karena kesungguhan dalam menuntut ilmu, dan beliau jg mengajar Universitas Dimasqi, university ulum al islamiyyah dll, C. BEBERAPA KEISTIMEWAAN KITAB
          • Penjelasan yang Ringkas Jelas
          • kitab ini menggabungkan pernyataan fiqh dengan dalil dalil naqli dan aqli
          • segi metodologi kitab ini sama pada setiap bab dan kitab
          • Hadist yang dicantumkanpun diberikan nomor hadits dan bab bagi hadits tertentu dan turut disertakan takhrijnya
          • disebutkan pula sejarah disyariatkan dalam suatu perkara seperti sholat puasa zakat dll
          • dan pada muqoddimah yang kami sebutkan diatas bahwa pengarang mengenalkan fiqh dan lainnya
          • dan kitab ini juga masyhur dikalangan madzhab imam syafi’i di syam maupun d indonesia
          D. METODOLOGI DALAM PENULISAN KITAB -Penulisan detail disebutkan kepada maksud dan makna bukan hany secara harfiyah
          • Footnote yang jelas dengan penjelasan yang lugas bahkan detail.
          E. RANGKUMAN ISI Seperti kitab fiqh umumnya kitab ini menjelaskan per bab tiap bidang ilmu yang dimulai dari bersuci Shoalt Puasa, dan seterusnya,
          • Jilid I : Hukum Bersuci, Sholat, Azan, & Iqamah, Zakat Fitrah, Qurban, Jenazah, Zakat, Puasa, Haji & Umroh, Bersumpah, Nazar, perburuan, Penyembelihan, Aqiqah, makanan & minuman, pakaian & perhiasan, dan kaffarooh. ‌
          • Jilid II : Bab Nikah dan yang berkaitan dengan nikah, Poligami, Rukun, muth’ah, Nusyuz, Fasakh, Talaq, Iddah, Nafaqoh, Penjagaan anak, penyusuan, Keturunan, Anak angkat, Wakaf, Wasiat, pemegang amanah,dan Ilmu Faroidh.
          • Jilid III : Jual beli, Khiar, al-Iqolah, Salam, Kontrak Jual beli, riba, Sarf, al-qordh, hutang, hiwalah, pinjaman, syarikat, kifalah, ghodob, jinayat, qisos, diyad, hudud, zina, minum arak, mencuri, murtad, jihad, hiburan, penghakiman, dakwaan, bukti, sumpah pengakuan, pemimpin dan Daftar isi.
          Perlu diketahui bahwa dalam tiap penjelasan disebutkan pembahasannya serta definisi secara harfiah maupun istilah dan maksud serta contoh jelasnya dan sumbernya, sehingga kitab ini baik bagi kita untuk menjado salahsatu referensi dalam bidang ilmu fiqh yang kita miliki. F. Penerbit Kitab Fiqh manhaji ala madzhab al imam Asy-Syafi’i merupakan cetakan pertama 1437 Hijriyah/ 2016 Masehi. Penerbit Darul Musthofa Damaskus merupakan salah satu penerbit dengan kualitas terbaik yang ada, yang sudah sesuai dengan standar isinya (Nuskhah, tahqiq, takhrij). Sampul hard cover dengan tampilan elegan tinta emas menjadikan kitab dengan terbitan darul musthofa ini terkesan mewah dan nyaman mantap bagi yang memegangnya. Adapun kertas seperti lainnya tebal dan berwarna putih dilengkapi dengan tinta hitam, cocok bagi yang biasa membaca di pencahayaan sedikit gelap karena perpaduan hitam dan putih, dan dengan kelebihan kertas setelah daftar isinya sehingga bisa menukis sedokit catatan pada kitab bagi yang suka coret coret au menulis catatan pada kitab tersebut. Tebal kitab seperti pada umumnya, tidak terlalu trbal maupun tipis dan di mudahkan sehingga menjadi 3jilid, yang pada Jilid I tebal 320 Halaman Jilid II tebal 644 Halaman Jilid III tebal 1.090 halaman. G. PENUTUP Demikianlah dengan segala keterbatasan dan daya upaya untuk melatih belajar menulis dan memahami serta menambah ilmu para pembaca yang budiman, dan dengan sedikit uraian yang sangat singkat dari admin dar alamiyyah jakarta, tentang Kitab Fiqh Manhaji ‘Ala Madzhab Al-Imam Asy-Syafi’i. Sekiranya kritik dan saran yang bersifat membangun maupun koreksi dari para pembaca kami harapkan guna kebaikan kedepannya maupun saling membantu dalam hal Kebaikan kebenaran serta kesabaran. Dan Alhamdulillah semoga Alloh memberikan taufiq kepada kita semua dan menjadikan ilmu yang bermanfaat serta diberkahi bagi kita semua.. Judul Kitab : Al Fiqhu Al Manhaji ‘ala Madzhabil Imam Asy Syafi’i Penulis: Prof. Dr. Musthafa Al Bugha Prof. Dr. Musthafa Al Khan dan Prof. Ali Asysyurbajiy Penerbit: Darul Musthafa Damaskus Tebal : 3 Jilid Kertas: Putih Berat: 2.4 Kg Harga Rp 600.000! Dapatkan diskon eksklusif hubungi 083110770955, Link Buku
          Categories
          bahasa arab Nahwu Shorof Ushul Fiqih

          Untuk Apa Belajar Bahasa Arab?

          Puji syukur ke hadirat Allah semata.

          Ilmu agama ini dipelajari secara bertahap. Artinya ada urutan belajarnya. Dari yang paling ringkas dulu, dari yang paling umum dulu. Dari yang ditulis ulama kontemporer dulu. Lalu naik sedikit demi sedikit hingga bisa melihat menyelami samudera tak bertepi tak berdasar tak pernah keruh yang bernama ilmu agama.

          Rahasia lainnya yang menarik adalah pada awalnya mungkin ilmu-ilmu tersebut terkesan berdiri sendiri-sendiri. Bahasa arab sendiri. Al-Qur’an sendiri. Hadits sendiri. Fiqih sendiri. Ushul Fiqih sendiri. Kaidah Fiqih sendiri. Sejarah sendiri. Mustolah sendiri. Namun semakin menapak jenjang demi jenjang yang lebih tinggi mulailah kita akan menyadari dan menemukan dan menikmati bidang-bidang ilmu tersebut mulai saling kait mengkait.

          Atau bahkan satu bidang ilmu merupakan pembahasan yang lebih dalam dari bidang ilmu yang lainnya. Seperti ilmu bahasa arab dengan ushul fiqih. Kata guru saya, bahasa arab adalah permisalan kulit, sedangkan ushul fiqih adalah dagingnya. Ushul fiqih bisa dinikmati jika kita sudah bisa membedah bahasa arab.

          Sebagai contoh, mayoritas pelajar bahasa akan melewati kalimat ini: الكلام هو اللفظ المركب المفيد بالوضع yakni baris awal dari Matan Ajurumiyyah. Masing-masing kata bahasa arab di atas memiliki penjelasan yang rinci di kitab-kitab yang lebih tingginya yang mana memberikan faidah besar dan bermanfaat. Jika kita buka buku ushul fiqih, maka terkait اللفظ itu saja sangat banyak penjelasannya yang mana akan menyingkap apa manfaat-manfaat dari belajar apa makna kata “lafaz”.

          Di bawah term lafazh terlahir banyak istilah menakjubkan yang dipelajari di ushul fiqih, misalnya lafazh umum, lafazh khusus, lafazh mutlaq, dan lain sebagainya dari pembongkaran makna-makna dan arah-arah yang diinginkan dari lafazh.

          Contoh lainnya dari term كلام , ushul fiqih mempelajari rincian luar biasa mulai kalam terbagi kepada khobariyyah dan insyaiyyah, haqiqoh dan majaz, dan lain sebagainya.

          Bisa kita masuk ke al (ال) yang di kitab bahasa disebutkan rincian mulai dari istighroqiyyah dan ‘ahdiyyah. Dan bahwa di ushul fiqh kita akan menemui bahwa al memiliki makna umum.

          Atau kita diajarkan kata yang nakiroh, dan kita pikir ya ini sekedar tahu saja ada nakiroh dan ada ma’rifah. Namun pembahasan ushul fiqh kita akan menyaksikan dari nakiroh itu bisa diambil makna umum, mutlaq, dan lain sebagainya dari makna-makna tersembunyi dan abstrak.

          Atau kita diajarkan definisi inna wa akhowatiha, zhonna wa akhowatiha, dan lain sebagainya. Yang ternyata terkandung makna bahwa kalimat tersebut adalah sebagai alasan (‘illah) atau bahwa pembicaranya mengatakan dengan bentuk ragu atau yakin. Dan lain sebagainya dari setiap poin pembahasan di ilmu bahasa, maka ada pembahasan dahsyat-nya di ilmu ushul fiqh.

          Mungkin ada di antara kawan yang merasa sudah bosan belajar bahasa arab nahwu shorof. Padahal belum lagi menyentuh balaghah. Ketahuilah kawan, ilmu bahasa arab yang sedang kita pelajari ini akan menemui belahan jiwanya pada sosok bernama Ushul Fiqih, bidang ilmu yang dirintis oleh Al Imam Syafi’i rohimahullah. Sekali anda melihat gambaran umum ilmu ini, mendengar bisikan lembutnya, merenungi narasi dan argumennya niscaya anda tidak lagi ingin lepas dari belajar lebih dalam bahasa arab sambil menapaki bidang ini.

          Teruslah berjalan wahai diri dan kawan memasuki dataran dan gunungnya, hingga Allah sampaikan kita untuk menyelam ke samudera ilmunya yang tak terbayangkan.

          Kawan, ilmu agama sungguh-sungguh benar-benar wallahi demi Allah luar biasa. Kedalamannya tidak bisa dicapai sonar. Ketinggiannya tidak bisa dicapai teropong. Luas spektrumnya tidak bisa diilustrasikan dengan warna yang ada. Kecanggihan saling keterkaitannya tidak bisa ditiru oleh ahli bangunan mana pun. Dan… rasa manisnya tidak bisa digantikan dengan madu termanis. Ya.. ilmu agama itu memiliki rasa, dan rasanya sungguh manis.

          Al Mizzi -penulis Tahdzibul Kamal dan mertua dari Ibnu Katsir- rohimahumallah mengkreasi dua bait syair yang sangat indah sebagai berikut:

          Maa hawal Ilma jamian ahadun — laa walau maarosahu alfa sanah
          Innamal ilmu kabahirin zahirin — fattakhidz min kulli syaiin ahsanah

          Terjemahnya:
          Tidaklah mungkin satu orang pun menaklukkan ilmu semuanya — tidak mungkin, bahkan meski dia menggelutinya selama seribu tahun
          Karena sesungguhnya ilmu itu bagaikan samudera yang sangat agung — oleh karena itu ambillah dari segala sesuatu yang paling indahnya

          Categories
          Qowaid Fiqhiyyah Ushul Fiqih

          Apa Sih Perbedaan Kaidah Ushul Fiqih dengan Kaidah Fiqih

          Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

          Para ulama berselisih akan penjelasan dari definisi قَاعِدَة. Di dalam buku yang bernama Al Qawa’id al-Fiqhiyyah Al-Khamsah Al-Kubro (القواعد الفقهية الخمسة الكبرى) disebutkan di dalamnya beberapa definisi yang disebutkan oleh ulama. Beberapa di antaranya yaitu:

          Definisi 1.
          حكم كلي ينطبق على جميع جزئياته لتعرف أحكامها منه
          Hukum yang bersifat menyeluruh yang masuk kepada semua bagiannya dalam rangka mengetahui hukum-hukum bagiannya tersebut.

          Definisi 2.

          قضية كلية منطبقة على جميع جزئياتها
          Isu-isu atau urusan-urusan yang bersifat menyeluruh yang hukum itu masuk kepada semua bagian-bagiannya.

          Definisi 3.
          الأمر الكلي منطبقة على الجزئيات لتعرف أحكامها منها
          Perkara yang bersifat menyeluruh yang dia masuk ke dalam semua bagian-bagiannya dalam rangka mengetahui hukum-hukum bagian tersebut.

          Definisi 4.
          الأمر الكلي الذي ينطبق على جزئيات كثيرة يفهم أحكامها منها
          Perkara yang bersifat menyeluruh yang masuk kepada hukum menyeluruh itu bagian-bagian yang banyak yang dengannya bisa dipahami hukum-hukum bagian yang banyak tersebut.

          Definisi 5.

          حكم أكثري لا كلي، ينطبق على أكثر جزئياته لتعرف أحكامها منه
          Hukum yang bersifat kebanyakan (tidak menyeluruh) yang dia masuk kepada kebanyakan dari bagian-bagiannya dalam rangka mengetahui hukum-hukum bagiannya tadi.

          Kemudian apakah perbedaan kaidah Ushul Fiqih dengan Kaidah Fiqhiyah?

          Sebelum membandingkan antara Kaidah Fiqih dan Ushul Fiqih, hendaknya kita lihat dulu apa definisi ilmu usul Fiqih.

          Disebutkan oleh Ibnu Al-Utsaimin bahwasanya definisi Ushul Fiqih adalah:
          معرفهة الأحكام الشرعية العملية بأدلتها التفصيلية
          Yang artinya: “mengenal atau mengetahui hukum-hukum Syariah amaliyah (bukan I’tiqodiyyah) dengan dalil-dalil secara terperinci”.

          Yang dimaksudkan hukum syar’i adalah seperti hukum wajib, haram sunnah, mubah dan makruh.

          Beberapa Perbedaannya adalah:

          Pertama, Kaidah Ushul itu sifatnya kulliyah komprehensif masuk ke seluruh sisi dan spektrumnya. Adapun Kaidah Fiqih maka sifat-sifat kaidah tersebut kategorinya aghlabiyah atau mayoritas. Artinya Kaidah Fiqih kadangkala tidak bisa diterapkan di kasus-kasus tertentu.

          Kedua, bahwasanya kaidah fiqih itu berkaitan dengan perbuatan orang yang mukallaf. Adapun Ushul Fiqih ada pembahasan dalil-dalil dan hukum-hukumnya.

          Ketiga, Kaidah Fiqih itu dia bisa langsung diambil manfaat darinya. Berbeda dengan kaidah ushuliyah. Misalkan perintah berfaedah wajib namun sebelum diambil faedah dari kaidah ushul tersebut seseorang harus membawakan dulu dalil-dalilnya bagaimana interaksi antara dalil-dalilnya dan barulah dihasilkan kesimpulan.

          Mungkin ini adalah sebagian kecil saja, adapun di luar sana insya Allah ada banyak penjelasan yang lebih memuaskan, to the point, dan tidak menyisakan keraguan. Ambillah ilmu langsung kepada guru yang kuat di bidang keilmuan tersebut.

          Wallahu a’lam. Mohon koreksinya jika Ada kesalahan.

          Rujukan:

          • Al Qowaid Al Fiqhiyyah Al Khomsah Al Kubro – Ismail bin Al Hasan bin Muhammad ‘Irwan.
          • Al Ushul Min ‘Ilmil Ushul – Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin
          • mp3 Dzulqarnain M Sanusi – Penjelasannya Manzumah Al Qowaid Al Fiqhiyyah As-Si’di.