Categories
Al Fushul Fi Siroti Rosul Siroh

Mu’adzinnya Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wasallam

Nabi Muhammad memiliki empat muadzin. Bilal bin Robah, (2) ‘Amr bin Ummi Maktum, ada yang menyebutkan bahwa namanya ‘Abdullah. Keduanya tinggal di Madinah, bergantian dalam azan. Kemudian (3) Sa’ad Al-Qurozhi di Quba , dan (4) Abu Mahdzuroh di Mekah. Rodhiyallahu ‘anhum.

Categories
Siroh

Mimpi yang benar, wahyu pertama kepada Nabi shollallahu alaihi wasallam

Mimpi Yang benar adalah seperti wahyu yang pertama turun kepada Nabi. Apakah makna mimpi yang benar itu? Berapa lama itu terjadinya? Apakah perbedaan mimpinya Nabi dengan mimpi kita?

Mimpi yang benar. Adalah berasal dari riwayat hadits ‘Aisyah rodhiyallahu ‘anha, beliau memulai dengan kalimat: “Yang paling pertama diperlihatkan kepada Rosulullah adalah bunga tidur yang baik. Awalnya beliau tidak melihat mimpi kecuali seperti fajar subuh yang menyingsing”. Dan di riwayat lain dari ‘Aisyah rodhiyallahu ‘anha bunga tidur tadi disifatkan dengan “yang benar

Di iktibar tadi ‘Aisyah memerikan bahwa awalmula wahyu adl tamsil akan “bunga tidur yang Rosulullah lihat di tidurnya”. Itu datang seperti fajar yang menyingsing. Artinya: “datang dgn terang jelas (tidak samar)”. Tidak ada pertentangan sama sekali akan apa yang dilihat. Ini adalah fase kehidupan yang dilewati Beliau sebelum bertemu Jibril di Gua Hira. Lama fase ini ada banyak pendapat. Paling banyaknya condong kepada enam (6) bulan. Terkait ini tidak dalil/petunjuk langsung. Tetapi perhitungan yg dikonstruksi dari hadits lain.

‘Aisyah berkata: “Yang pertama diperlihatkan kepada Rosulullah”. Maksud kata ini adalah “kabar berita yang sifatnya memprediksi” yang langsung terkait dengan wahyu. (arab : الإرهاصات “المباشرة” للوحي). Karena ada mimpi prediksi kenyataan lain di fase kehidupan Nabi, yang memaklumkan bahwa hidup Nabi tidak seperti manusia lainnya. Kejadian demi kejadian hidup Nabi banyak yang ajaib di luar kebiasaan anak Adam. Dan “mimpi prediksi kenyataan” itu menampakkan bahwa itu pasti akan terjadi di masa depan sebagaimana yang Nabi lihat.

Termasuk dari dari mimpi yang benar ini (yang terlihat kejadian di masa depan) -sebagai contoh- peristiwa “pembelahan dada”. Terjadi ketika beliau masih kanak-kanak di penyusuan Halimah. Peristiwa lainnya adalah batu yang memberi salam kepada beliau. Rosulullah bersabda : “Betul-betul aku bisa menunjukkan sebuah batu di Mekah yang dulu mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diberi wahyu. Sungguh aku tahu dia saat ini”. Dan juga sabda Rosulullah ke Khadijah : “Aku melihat binar cahaya, dan dengar bunyi, dan sekarang saya takut jikalah terjadi kelainan jiwa.” Lalu Khadijah menanggapi: “Tidak akan Allah melakukan itu kepadamu…wahai Abu ‘Abdillah…” Lalu ia datangi Waroqoh bin Naufal, ia ceritakan semua, berkatalah Waroqoh : “Bila cerita itu benar, sesungguhnya itu adalah Namus selayaknya Namus yang ditemui Musa. Andaikan beliau diberi wahyu (diutus sebagai Nabi) dan saya masih hidup, pasti aku akan membela beliau sekuat tenaga daya upaya, dan aku akan tolong beliau dan aku akan mengimani beliau”.

Kejadian ini merupakan tanda bahwa lelaki ini akan menerima perkara ajaib asing di masa depan di luar kelaziman manusia. Tapi, yang diinginkan dr ucapan ‘Aisyah: “hal pertama yang dinampakkan ke Rasulullah dari wahyu…” ini mulai masuk kepada aktivitas bersentuhan dengan wahyu. Dan bahwa: adanya mimpi yang benar/baik langsung bersentuhan dengan awalan turunnya Jibril ‘alaihis salam kepada Beliau. Sehingga mimpi yang benar ini dimasukkan ke dalam wahyu.

Keterkaitan antara mimpi yang benar dengan wahyu. Di sana ada keterkaitan yang tersambung langsung. Keduanya mengkabarkan peristiwa di masa depan. Dan mengkabarkan hal gaib. Oleh karena itu mimpi yang benar dikategorikan wahyu. Bahkan Rosulullah mengiktibar mimpi yang benar sebagai bagian dari kenabian. Mimpi di sini maksudnya mimpi yang umum, bukan yang diperlihatkan kepada para nabi saja. Rosulullah bersabda: “Wahai manusia , tidak ada yang tersisa dari berita gembira kenabian kecuali mimpi yang benar yang orang muslim melihatnya atau orang islam diperlihatkan itu”. Dan bersabda juga: “Penglihatan mimpi yang baik, dari lelaki yang shalih, adalah satu dari empat puluh enam (46) bentuk wahyu (arti: نُبٌوَّةٌ nubuwwah = (1) berita perkara gaib -lihat Mu’jam Al-Ghoniy)

Lama durasi periode mimpi yang benar ini. Poin ini hal yang para ulama sebutkan dengan enam bulan. Beliau shollallahu alaihi wasallam bersabda : “Sesungguhnya , mimpi yang benar ini salah satu kepingan dari 46 kepingan nubuwwah. Lama periode kenabian adalah 23 tahun. Maka 1/46 dari 23 tahun adalah 6 bulan. Sehingga yang nampak awal-awal adanya mimpi ini adalah pada bulan Rabi’ul Awwal sebelum Beliau –shollallahu alaihi wasallam- bertemu Jibril di bulan Ramadhan di tahun yang sama.

Namun ada pendapat lain sebagaimana disebutkan oleh Al-Ustadz Ahmad Sabiq hafizhohullah bahwa mimpi yang benar ini berlangsung kira-kira ketika Nabi memasuki umur 37 tahun sampai turun wahyu di gua Hira.

Beda antara mimpi kita dengan mimpi nabi. Akan tetapi harus diingat bahwa mimpi Rosulullah berbeda dari mimpi kita dalam dua aspek:

Aspek pertama, SEMUA mimpi Rosulullah adalah benar. Tidak ada unsur yang kita sebut dengan “mimpi sia-sia” ( أضغاث الأحلام ). ‘Abdullah bin ‘Abbas berkata: “Mimpinya nabi adalah wahyu”.

Aspek kedua, SEMUA mimpi Rosulullah “jelas maksud maknanya”, atau sepertimana dimaklumkan ‘Aisyah: “Bagaikan fajar yang menyingsing”. Tidak ada pertentangan mengenai tafsir hadits tersebut. Bisajadi disifatkan dengan peristiwa spesifik akan terjadi 100% sesuai yang dilihat. Dan bisa jadi Rosulullah menjelaskan maksud spesifik akan mimpi tersebut yang tidak bisa diselewengkan ke mana-mana. Lain halnya dengan mimpi kita (karena banyak keambiguannya) butuh kepada penjelasan lagi dari ahli takwil mimpi. Kadang tafsirnya mencocoki kenyataan (tapi tidak sampai 100% cocok). Dan seringnya jauh panggang dari api.

Mimpi yang benar ini adalah penyiapan untuk Beliau. Juga bagi orang di sekitar beliau. Terkhusus individu yang mencintai beliau. Dan rasul percayai mereka. Sampai sampai beliau tidak segan menceritakan mimpinya. Terlebih-lebih yang paling utama -tanpa keraguan- adalah Khadijah rodhiyallahu ‘anha. Juga beliau menceritakan mimpi tersebut kepada Abu Bakar ash Shiddiq, Zaid bin Haritsah, atau yang lainnya dari sahabat Beliau, rodhiyallahu ‘anhum.

Penulis: Prof Dr Roghib As Surjaani

Categories
Aqidah Siroh

Berita baik dari kitab langit terdahulu akan kedatangan Rasulullah

di kitab-kitab yang terdahulu sudah ada kabar gembira tentang akan didatangkannya nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Hal ini sebagaimana yang Allah beritakan bahwasanya di Taurat dan Injil tertulis demikian dan juga sebagaimana atau sudah dikabarkan oleh Nabi Isa Alaihissalam bahwasanya nabi SAW bersabda:

imam Bukhari meriwayatkan hadits yang shohih dari Abdullah bin Amr bin Ash Radhiyallahu Anhu bahwasanya Abdullah bin Amr tlmendapatkan sifat-sifat nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam di dalam Taurat. Hadits selengkapnya adalah bahwasanya Abdullah bin Amr bin ash berkata: beritahu saya mengenai sifat-sifat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam di dalam taurat. Dijawab: “baik”, Demi Allah sesungguhnya Rasulullah sudah disifatkan di dalam Taurat dengan sebagian sifat-sifatnya yang disebutkan di Al-Qur’an ()

di dalam taurat yang ada pada hari ini yang orang Yahudi mengikrarkan akan keshahihannya, pada lembaran-lembaran awal disebutkan bahwasanya Allah ta’ala memperlihatkan kepada Ibrahim dan berkata kepada Ibrahim yang maknanya, berdirilah lalu berjalanlah di atas bumi sepanjang bumi dan selebar buminya , dan untuk anakmu itu semua demikianlah pengagungan yang akan didapatkannya.

Sudah jelas pengetahuan bahwasanya nabi Ibrahim tidaklah diberikan kekuasaan sepanjang timur dan baratnya bumi kecuali hanya nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam hal ini adalah sebagaimana riwayat yang datang di dalam shahih dari nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bahwasanya beliau bersabda: Sesungguhnya Allah telah melipat bumi untukku sehingga aku bisa melihat bagian timur bumi dan bagian baratnya. Dan kelak kekuasaan umatku akan mencapai semua penjuru yang telah diperlihatkan kepadaku.

Juga di dalam taurat tersebut juga bahwasanya Allah ta’ala berfirman kepada Ibrahim: “adapun Ishaq maka kamu dapatkan banyak keturunan darinya, adapun Ismail sesungguhnya saya telah memberikan barokah kepada dia, aku berikan banyak kepada dia dan aku muliakan dia dan aku jadikan dari keturunan-keturunannya sebanyak bintang di langit… sampai firman Allah… dan aku agungkan Ismail dengan keturunannya yaitu Muhammad. Ada yang mengatakan dengan Ahmad, dan ada yang mengatakan aku jadikan dia sangat besar sangat mulia.

Juga di dalam Taurat tersebut disebutkan bahwa Allah berjanji kepada Ibrahim bahwa Ismail tangannya akan menjadi sangat tinggi di atas semua umat dan semua umat ada di bawah tangannya dan juga tangannya akan ada di atas seluruh tempat tinggal saudara-saudaranya. Juga kita ketahui bahwasanya Ismail tidak pernah sekali pun masuk kedalam Syam (di mana Ishaq dan keturunannya hidup) dan juga tangannya tidak pernah menaungi saudara-saudaranya yang lain. Hanya saja ini adalah dia, bapak dari Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan juga tidak ada satu pun yang menguasai Syam dan Mesir dari bangsa Arab satu pun sebelumnya kecuali umat nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam karena sesungguhnya dibukanya kota Syam dan Mesir terjadi pada kepemimpinan Khalifah Abu Bakar as Shiddiq dan Khalifah Umar bin Khattab radiallahu anhum.

Dan di bagian yang keempat dari Taurat yang sekarang ada di tangannya orang Yahudi ada kalimat yang bermakna: “akan ada nabi yang ditegakkan untuk mereka berasal dari golongan saudara mereka sendiri dari saudaranya mereka sendiri yang seperti engkau sifatnya wahai Musa aku jadikan ucapanku di lisannya”.

Orang-orang Yahudi dan semua orang mengetahui bahwasanya Allah subhanahu wa ta’ala tidak pernah mengutus dari anak keturunan Ismail satupun nabi kecuali nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bahkan tidak ada sebelumnya dari keturunannya Israil (yaitu Nabi Ya’qub alaihi salam) satupun nabi yang menyerupai Musa kecuali nabi Isa alaihissalam sedangkan mereka orang Yahudi tidak pernah mengakui kenabian ‘Isa kemudian juga Nabi ‘Isa itu bukanlah dari saudaranya Musa karena nabi Isa dinasabkan kepada ibunya sholawatullahi alaihi. Maka dengan keterangan-keterangan ini sudah jelaslah bahwasanya apa yang tertulis di Taurat mereka itu adalah menjelaskan tentang nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

  • Sumber: Al Fushul fi Siroti Rosul shollallahu alaihi wasallam
  • Penulis: Abul Fida Ibnu Katsir rohimahullah
Categories
Al Fushul Fi Siroti Rosul Siroh

Anak-anak Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam

Anak-anaknya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam laki-laki maupun perempuan semuanya adalah dari Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu ‘anha kecuali Ibrahim rodhiyallahu ‘anhu karena beliau anak dari Mariyah Al-Qibthiyyah radhiyallahu ‘anha.

Anak-anaknya Nabi mereka adalah Al-Qasim rodhiyallahu ‘anhu dan dengan Qosim ini Nabi Muhammad ber-kuniyah juga karena Qosim rodhiyallahu ‘anhu adalah anak yang paling besarnya. Kemudian lahir Zainab radhiyallahu ‘anha, kemudian Ruqoyyah

radhiyallahu ‘anha, kemudian Ummu Kultsum

radhiyallahu ‘anha,  kemudian Fatimah radhiyallahu ‘anha.

Kemudian setelah berada di periode sebagai nabi, lahir Abdullah rodhiyallahu ‘anhu dan dijuluki dengan aththoyyib atau atthohir karena beliau dilahirkan dalam Islam ada juga yang menjuluki dengan atau at-thohir ghoiru aththoyyib dan sebagian ulama menshahihkan julukan tersebut.

Kemudian lahir Ibrahim rodhiyallahu ‘anhu dari Mariyah Al-Qibthiyyah Rasulullah dikaruniakan Ibrahim ini di kota Madinah pada tahun ke-8 Hijriyah kemudian Ibrahim rodhiyallahu ‘anhu wafat di usia satu (1) tahun sepuluh (10) bulan. Karena hal inilah Rasulullah bersabda bahwasanya Ibrahim rodhiyallahu ‘anhu di surga memiliki bidadari yang menyusuinya.

Semua anak Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam meninggal mendahului Nabi Muhammad, kecuali Fatimah radhiyallahu ‘anha. Fatimah meninggal tidak lama setelah Nabi Muhammad. Ada yang mengatakan setelah enam (6) bulan ini pendapat yang paling terkenal, ada juga yang mengatakan setelah delapan (8) bulan, ada juga yang mengatakan setelah tujuh puluh (70) hari, ada juga yang mengatakan setelah 75 hari, ada juga yang mengatakan setelah tiga (3) bulan, ada juga yang mengatakan setelah seratus (100) hari, dan ada juga yang mengatakan selain itu semua.

Fatimah rodhiyallahu ‘anha dishalatkan /diimami oleh Ali bin Abi Thalib rodhiyallahu ‘anhu namun ada juga yang mengatakan oleh Abu Bakar rodhiyallahu ‘anhu, namun ini adalah pendapat yang asing janggal

Dan disebutkan hadits bahwasanya Fatimah radhiyallahu ‘anha memandikan dirinya sendiri sebelum datangnya kematian lalu beliau radhiallahu anha mewasiatkan kepada orang yang ada dekatnya agar beliau tidak usah dimandikan lagi setelah kematiannya dan ini pendapat yang sangat aneh sekali.

Karena telah diriwayatkan bahwasanya Ali bin Abi Tholib rodhiyallahu ‘anhu dan Al-‘Abbas rodhiyallahu ‘anhu dan Asma’ binti ‘Umais rodhiyallahu ‘anhu istri  Abu bakar as-Shiddiq dan Salma ummu Rafi’ rodhiyallahu ‘anhu mereka semua memandikan Fatimah rodhiyallahu ‘anha dan ini adalah riwayat yang shahih.

Categories
Aqidah Siroh

Bagaimana diciptakannya Adam ‘alaihi as-salam

Allah sudah memberitahu kita di Al-Qur’an yang Mulia tentang bagaimana Allah menciptakan Adam Alaihis salam. Ringkasan dari kandungan ayat-ayat tersebut adalah Allah menciptakan Adam dari tanah, lalu Allah ubah menjadi tanah yang basah, kemudian Allah ‘azza wajalla menciptakan semua bentuk Adam dengan kedua tangan-Nya subhanahu wa ta’ala. Allah berfirman:

قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَي

Dan tidak diragukan benar-benar sudah datang banyak hadits untuk menerangkan cara Allah ‘azza wajalla menciptakan Adam ‘alaihis salam. Sebagian hadits tersebut ada yang shahih dan sebagiannya dha’if. Imam Ahmad meriwayatkan di Al-Musnad dari Abu Musa -rodhiyallahu ‘anhu, dari Sang Nabi -shollallahu alaihi wasallam- beliau bersabda : “Sesungguhnya Allah menciptakan Adam dari segenggam tanah yang Allah ambil dari semua bagian bumi. Sehingga hadirlah anak-anak Adam sesuai kadar tanahnya. Jadilah ada yang berwarna putih, merah, hitam, dan di antara itu, ada yang jelek dan baiknya, yang pembawaannya gembira dan ada yang pembawaannya sedih dan yang di antaranya. (Diriwayatkan Abu Daud, At-Turmuzi, selain keduanya dan telah disahihkan oleh Suamiku Al-Albani -dinikahinya).

Imam Muslim meriwayatkan dari Anas rodhiyallahu ‘anhu, Nabi bersabda: ketika Allah sudah selesai membentuk Adam di jannah, Allah biarkan Adam. Lalu Iblis mengitari dan melihat bagaimana Adam ini. tatkala dia lihat bahwa Adam berongga langsung dia tahu bahwa Allah telah menciptakan makhluk yang tidak bisa menguasai hawa nafsunya. Dan Bukhari meriwayatkan dari Abu Bergairah bahwa Nabi bersabda: “Allah menciptakan Adam, tingginya 60 hasta.” Setelah selesai Allah menciptakan jasad Adam dengan bentuk tadi, menyempurnakannya , dan meniupkan ruh ke dalamnya. Itu semua sebagaimana Allah katakan: “فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ”

Setelah Allah ciptakan Adam, Allah ciptakan Hawa (حواء) dari bagian tubuh Adam. Sebagaimana firman Allah: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا“. Nabi menjelaskan perkara ini: Berikanlah wasiat kepada kaum wanita, sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk, sesungguhnya rusuk yang paling bengkok adalah paling atasnya, jika engkau luruskan maka patah, jika kamu biarkan akan tetap bengkok. Maka berwasiatlah kepada wanita. Hadits riwayat Bukhari. Ibnu Hajar berkata terkait ucapan “diciptakan dari tulang rusuk…”: ada yang berkata bahwa “ini isyarat bahwa Hawa diciptakan dari rusuk kiri Adam”. Ada lagi yang berkata: “dari rusuk yang paling pendek”.