Categories
Dakwah

Kewajiban Ulama Muslimin Menghadapi Peristiwa Musibah Yang Mendiami Dunia Islam

  • Soal dan Jawab Samahatu Asy-Syaikh Al-‘Allamah ‘Abdulaziz bin ‘Abdillah bin Baz rohimahullah.

Sumber: https://binbaz.org.sa/fatwas/842/%D9%88%D8%A7%D8%AC%D8%A8-%D8%A7%D9%84%D8%B9%D9%84%D9%85%D8%A7%D8%A1-%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%B3%D9%84%D9%85%D9%8A%D9%86-%D8%AA%D8%AC%D8%A7%D9%87-%D8%A7%D9%84%D9%86%D9%83%D8%A8%D8%A7%D8%AA-%D8%A7%D9%84%D8%AA%D9%8A-%D8%AD%D9%84%D8%AA-%D8%A8%D8%A7%D9%84%D8%B9%D8%A7%D9%84%D9%85-%D8%A7%D9%84%D8%A7%D8%B3%D9%84%D8%A7%D9%85%D9%8A

Soal: Apakah yang wajib atas ulama terkait bencana dan musibah yang ada di dunia islam?

Jawab: Hal yang tidak diragukan dalam hal musibah ini, bahwasanya maksiat-maksiat dan keadaan jauh dari ‘aqidah yang benar ucapan maupun perbuatan itu termasuk sebab terpenting yang bisa memunculkan/membuat musibah bencana dan krisis senantiasa eksis di dunia islam.

Allah yang agung kemuliaan-Nya berfirman: مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ [النساء:79]

Allah berfirman: وَمَا أَصَابَكُمْْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ [الشورى:30]

Allah yang Maha Agung, Maha Lembut kepada hamba-Nya, Maha Pengampun, Maha Menyayangi, mengirimkan kepada mereka ayat-ayat (tanda-tanda kebesaran-Nya, mukjizat) dan juga peringatan. Mudah-mudahan mereka akan kembali kepada Allah dengan tujuan Allah menerima taubat mereka.

Jika hamba-Nya mendekat kepada Allah sejarak satu hasta maka Allah akan mendekat kepada hamba-Nya semarak satu tangan. Karena Ia-lah Sang Maha Tinggi, menyukai dari hamba-Nya perbuatan bertaubat dan Allah bergembira dengan taubat hamba-Nya. Dan Dia-lah yang Maha Agung, Maha Tinggi, Tidak Membutuhkan apapun dari hamba-Nya. Ketaatan hamba tidak memberikan keuntungan kepada-Nya, dan maksiatnya pendurhaka tidak akan merugikan-Nya. Akan tetapi Ialah satu-satunya yang Maha Welas Asih, Maha Menyayangi, Ia juga yang memberikan taufiq kepada mereka untuk bergerak taat dan meninggalkan maksiat.

Mudah-mudahan mereka ruju‘ kepada-Nya agar Allah memberi taubat atas mereka. Apabila seorang hamba mendekati Allah satu hasta maka Allah mendekat sepanjang tangan. Karena Allah mencintai taubat dari hamba-Nya dan senang karenanya.

Dan Allah Yang Maha Agung, Maha Kaya Tidak Butuh kepada makhluk, tidak akan memberikan manfaat kepada-Nya dari ketaatan makhluk dan kemaksiatan milyaran dari mereka pun tidak tidak membahayakan-Nya. Akan tetapi Dialah Allah yang memberikan kepada hamba-Nya Maha Lembut dan Maha Menyayangi dan Hanya Dialah yang memberikan taufiq kepada mereka untuk mengerjakan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan.

Krisis demi krisis, dan musibah demi musibah tidaklah dia terjadi kecuali peringatan untuk hamba-Nya agar mereka kembali kepada Allah, apa yang menimpa hamba Allah jadikan ujian untuk mereka. Allah berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ * الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ * أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ [البقرة:155-157]

Allah berfirman:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِيي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ [الروم:41]

Allah berfirman :

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ [الأنبياء:35]

Allah berfirman :

وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ [الأعراف:168]

Ayat-ayat yang bermakna ini sangat banyak.

Wajib atas pemimpin kaum muslimin dari ‘ulama dan pemimpin pemerintahan dan selain mereka untuk memberikan perhatian ke dalam semua kriaia-kriais yang awet atau musibah yang terjadi, mengingatkan manusia akan dosa mereka dan menerangkan semua yang terjadi diserahkannya. Seharusnyalah pemimpin pemerintahan adalah orang yang berilmu agama, dan para penguasa adalah teladan yang bagus dalam praktek amal saleh, dan mencari apa penyebab terjadinya kemurkaan Allah. Adapun obatnya adalah taubat dan istighfar dan membenarkan orientasi hidup. Adapun umat masyarakat sekadar mengikuti mereka.

Karena petunjuk dari ulama dan hikmah dari penguasa dan baik-benarnya mereka berdua adalah termasuk faktor terpenting yang memberikan pengaruh baik di jantung rakyat. Ingatlah hadits: ( كلكم راع وكل مسئول عن رعيته)

وإذا استمرأ المسلمون المعاصي ولم ينكرها من بيده الأمر والحل والعقد، يوشك أن يعم الله الأمة بغضب منه، وإذا وقع غضب الله وحلت نقمته، فإن ذلك يشمل المحسن والمسيء، عياذا بالله من ذلك، قال تعالى: وَاتَّقُوا فِتْنَةً لا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً الآية [الأنفال:25]. وقال ﷺ: إنن الناس إذا رأوا المنكر فلم يغيروه أوشك الله أن يعمهم بعقابه رواه الإمام أحمد في مسنده عن أبي بكر الصديق. وقال الله سبحانه: إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ [الرعد:11].

Maka bila tak henti kaum muslimin berbuat maksiat dan tidak pernah mengingkarinya orang yang punya kekuatan menindak, dan begitu pula para penasihat orang-orang yang dituakan di kamis tersebut, maka sangat ditakutkan Allah akan luaskan kemarahan-Nya. Dan jikalau Kemarahan Allah sudah terjadi, maka itu luas terkena kepada orang yang berbuat kebaikan dan juga yang berbuat kerusakan. Na’udzubillahi min dzaalik. Allah berfirman :

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً الآية [الأنفال:25]

Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: (إنن الناس إذا رأوا المنكر فلم يغيروه أوشك الله أن يعمهم بعقابه) Sesungguhnya manusia, jika mereka melihat kemunkaran tapi tidak berbuat untuk mengubahnya maka sangat dikhawatirkan Allah akan memasukkan mereka ke dalam hukuman-Nya. (HR Ahmad dari Abu Bakar). Allah berfirman: ( إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ).

Dan atas ‘ulama ada kewajiban, ada tanggung jawab yang luar biasa besar di depan Allah untuk mengajarkan dan memberikan petunjuk kepada manusia. Menjelaskan yang benarnya dan salah-salah yang mendominasi. Dan menjelaskan sisi yang bermanfaat dari berbagai bahaya yang sangat banyak (namun tidak bisa difahami mereka).

Kami meminta kepada Allah, semoga Allah memberikan taufiq kepada kaum muslimin semuanya agar mereka mentaati pencipta mereka, pemberi rezeki mereka, pengatur kehidupan mereka, dan pemilik mereka semua, dan juga berpegang kuat teguh kepada petunjuk Nabi mereka -Muhammad Shollallahu ‘alaihi wasallam-, dan semoga Allah memberi petunjuk kepada pemimpin-pemimpin mereka, dan memberikan bashiroh kepada ulama agar bisa melihat jalan yang di atas petunjuk sehingga mereka bisa melangkah di atasnya dan kemudian mengarahkan umat ke sana. Dan semoga Allah memberikan hidayah kepada muslim yang sedang tersesat dan juga membuat baik keadaan mereka. Sesungguhnya Allah-lah yang memiliki itu semua dan Maha Mampu untuk merealisasikannya.

Penerjemah : Admin Blog bahasadhodh.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *