Categories
Nahwu Pesantren Tak Berkategori

Biar Semangat Belajar Nahwu

Masing-masing orang beda-beda pendekatan motivasi untuk belajarnya. Setiap tingkatan mesti perlu motivasi lagi. Begitu terus yang dengan sebab itu dia terus menaiki tangga ilmu.

Motivasi ini bisa dibagi dua, yang pertama motivasi dari luar dirinya, yang kedua motivasi dari dalam dirinya. Atau yang ketiga, motivasi ada dari dalam dan sekaligus juga selalu mendapat motivasi dari luar dirinya. Nah, tulisan ini cuma ngomongin motivasi yang nomor dua. Dan juga tulisan ini gak membahas apa itu motivasi, nggak, karena di bidang kesehatan dan psikologi itu sudah banyak penjabarannya. Rinci. Eeh, kok ilmu kesehatan sih? Oh tentu, karena asalnya psikologi itu kan masuk di dalam bidang kesehatan, cuma sekarang-sekarang saja dipisah jadi bidang ilmu tersendiri mungkin karena pembahasannya semakin luas. ūüĆě

Belajar nahwu itu secara zhahir fungsinya adalah agar kita bisa  membaca Arab gundul dengan benar apa harokat huruf paling ujungnya, kapan dia dibaca dhomah, fathah, atau kasroh atau sukun. Sejauh pengetahuan saya, masalah pengharokatan huruf akhir ini gak bisa digantikan oleh pelajaran lainnya.

Kemudian dari belajar ilmu nahwu kita dikasih tahu satu kata dalam kalimat itu punya jabatan sebagai apa. Subjek kah? Objek kah? Predikat kah? Atau lainnya. 

Poin penting sbb versi saya:

  1. Mampu membaca kitab berbahasa arab. Belajar nahwu dan shorof itu cara untuk mampu membaca kitab berbahasa Arab.
  2. Untuk memahami Al-Qur’an dan hadits nabi. Mahir bahasa Arab adalah salah satu syarat untuk bisa memahami Al-Qur’an dan Hadits Nabi.
  3. Mempertajam akal.Nahwu bisa menata logika dan ketelitian pembelajar.
  4. Meringkas belajar satu per satu arti kata. Shorof memudahkan memahami puluhan variasi kata yang belum pernah ditemukan sebelumnya oleh pembelajar.
  5. Motivasi lainnya bersifat ukhrowi maupun duniawi.
Categories
Pesantren

Pilih Pesantren Tradisional atau Modern? (3-Pengelolaan)

Anda sebagai orang tua harus jeli dalam melihat faktor penting yang mendasari pemilihan sekolah untuk anak anda. Salah satu faktor terpenting adalah pengelolaan (manajemen).

Dari pengalaman penulis berada di dalam pesantren tradisional dan modern, sepertinya bisa disamakan pesantren modern dengan pengelolaan yang rapih tertata, dan pesantren tradisional kebalikannya.

Pengelolaan yang tertata tidak  luput memperhatikan faktor kecil yaitu hal yang ada di luar akademik pedagogik seperti visi misi yang jelas, rangkaian perencanaan, pengorganisasian, penerapan rencana, pengontrolan dan aspek manajemen lainnya. Yang ini diterapkan di aspek asrama, kesiswaan, keguruan, sampai kesehatan, kebersihan, dan akhlak.

Berbeda dengan pesantren tradisional yang nafas utamanya adalah berkhidmat kepada kyai. Dia pendiri pondok bebas membawa pondoknya ke mana dia kehendaki dan anggap baik dan unsur di bawahnya cukup manut dengan arah yang dia tetapkan dan melaksanakan suruhannya.

Dengan model pengelolaan tradisional, terbuka lebar kepada santri yang menyenangkan hati kyai untuk menjadi anak emas. Mungkin dia banyak dikasih tugas ini itu, tetapi karir pendidikan juga memungkinkan naik lebih cepat seperti dipercaya untuk mengisi khutbah Jum’at, atau hingga mendapatkan rekomendasi dari kyai dengan mudah.

Di sisi yang lain, dengan pengelolaan modern yang hampir semuanya memiliki dasar penilaian yang bisa dipertanggungjawabkan objektif, maka santri harus berkompetisi secara normal sesuai beban tingkatannya dan tidak mendapat tanggung jawab kecuali sebagaimana yang sudah ditentukan program.

Pengelolaan yang bagus dengan management based maka kualitas pesantren umumnya lebih stabil siapapun yang memimpin tidak terlalu berpengaruh besar karena sudah ada acuan.

Adapun tradisional tidak berkembang manajemen yg baku, maka selain bisa berubah model pengelolaan secara acak, jika pengurus lama pergi maka kemungkinan akan berubah pula pengelolaan sekolah.

Perlu diingat, bahwa terkadang hal yang mendasari kenapa berbeda model manajemen itu adalah hal yang muncul dari keadaan ekonomi. Saya tidak menggeneralisasi tetapi pesantren tradisional dengan manajemen apa adanya kadang linier dengan keadaan ekonomi yang apa adanya juga. Dan itu juga terkadang adalah suatu yang ingin dipertahankan oleh kyai, kesederhanaan ekonomi, dan juga kesederhanaan hidup di pesantren tentu merupakan sisi pendidikan lain.

Berikut tips mendeteksi bagus atau kurangnya pengelolaan:

  • Tanyakan siapa pengurus yang bertanggungjawab di bagian-bagiannya. (Misal: akademik, keuangan, kepala sekolah, kesiswaan)
  • Tanyakan buku apa saja yang dipakai dari awal sampai akhir tahun pelajaran.
  • Tanyakan peraturan tata tertib yang mengikat santri selama di pesantren.
  • Tanyakan kalender pendidikan, yaitu rencana kegiatan pesantren selama satu tahun.

Semoga bermanfaat.