Categories
Qowaid Fiqhiyyah Ushul Fiqih

Apa Sih Perbedaan Kaidah Ushul Fiqih dengan Kaidah Fiqih

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Para ulama berselisih akan penjelasan dari definisi قَاعِدَة. Di dalam buku yang bernama Al Qawa’id al-Fiqhiyyah Al-Khamsah Al-Kubro (القواعد الفقهية الخمسة الكبرى) disebutkan di dalamnya beberapa definisi yang disebutkan oleh ulama. Beberapa di antaranya yaitu:

Definisi 1.
حكم كلي ينطبق على جميع جزئياته لتعرف أحكامها منه
Hukum yang bersifat menyeluruh yang masuk kepada semua bagiannya dalam rangka mengetahui hukum-hukum bagiannya tersebut.

Definisi 2.

قضية كلية منطبقة على جميع جزئياتها
Isu-isu atau urusan-urusan yang bersifat menyeluruh yang hukum itu masuk kepada semua bagian-bagiannya.

Definisi 3.
الأمر الكلي منطبقة على الجزئيات لتعرف أحكامها منها
Perkara yang bersifat menyeluruh yang dia masuk ke dalam semua bagian-bagiannya dalam rangka mengetahui hukum-hukum bagian tersebut.

Definisi 4.
الأمر الكلي الذي ينطبق على جزئيات كثيرة يفهم أحكامها منها
Perkara yang bersifat menyeluruh yang masuk kepada hukum menyeluruh itu bagian-bagian yang banyak yang dengannya bisa dipahami hukum-hukum bagian yang banyak tersebut.

Definisi 5.

حكم أكثري لا كلي، ينطبق على أكثر جزئياته لتعرف أحكامها منه
Hukum yang bersifat kebanyakan (tidak menyeluruh) yang dia masuk kepada kebanyakan dari bagian-bagiannya dalam rangka mengetahui hukum-hukum bagiannya tadi.

Kemudian apakah perbedaan kaidah Ushul Fiqih dengan Kaidah Fiqhiyah?

Sebelum membandingkan antara Kaidah Fiqih dan Ushul Fiqih, hendaknya kita lihat dulu apa definisi ilmu usul Fiqih.

Disebutkan oleh Ibnu Al-Utsaimin bahwasanya definisi Ushul Fiqih adalah:
معرفهة الأحكام الشرعية العملية بأدلتها التفصيلية
Yang artinya: “mengenal atau mengetahui hukum-hukum Syariah amaliyah (bukan I’tiqodiyyah) dengan dalil-dalil secara terperinci”.

Yang dimaksudkan hukum syar’i adalah seperti hukum wajib, haram sunnah, mubah dan makruh.

Beberapa Perbedaannya adalah:

Pertama, Kaidah Ushul itu sifatnya kulliyah komprehensif masuk ke seluruh sisi dan spektrumnya. Adapun Kaidah Fiqih maka sifat-sifat kaidah tersebut kategorinya aghlabiyah atau mayoritas. Artinya Kaidah Fiqih kadangkala tidak bisa diterapkan di kasus-kasus tertentu.

Kedua, bahwasanya kaidah fiqih itu berkaitan dengan perbuatan orang yang mukallaf. Adapun Ushul Fiqih ada pembahasan dalil-dalil dan hukum-hukumnya.

Ketiga, Kaidah Fiqih itu dia bisa langsung diambil manfaat darinya. Berbeda dengan kaidah ushuliyah. Misalkan perintah berfaedah wajib namun sebelum diambil faedah dari kaidah ushul tersebut seseorang harus membawakan dulu dalil-dalilnya bagaimana interaksi antara dalil-dalilnya dan barulah dihasilkan kesimpulan.

Mungkin ini adalah sebagian kecil saja, adapun di luar sana insya Allah ada banyak penjelasan yang lebih memuaskan, to the point, dan tidak menyisakan keraguan. Ambillah ilmu langsung kepada guru yang kuat di bidang keilmuan tersebut.

Wallahu a’lam. Mohon koreksinya jika Ada kesalahan.

Rujukan:

  • Al Qowaid Al Fiqhiyyah Al Khomsah Al Kubro – Ismail bin Al Hasan bin Muhammad ‘Irwan.
  • Al Ushul Min ‘Ilmil Ushul – Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin
  • mp3 Dzulqarnain M Sanusi – Penjelasannya Manzumah Al Qowaid Al Fiqhiyyah As-Si’di.
Categories
Nahwu

Judul-Judul Bab Al-Qowa’id Al-Asaasiyyah Li-lughotil ‘Arobiyyah

Beberapa hari kemarin kita sudah menuliskan judul-judul bab Mutammimah Al-Aajurruumiyyah. Dan Alhamdulillah pada malam ini Allah memberikan banyak kemudahan sehingga kita bisa menuliskan judul-judul bab kitab Al-Qowa’id Al-Asaasiyyah lilughotil ‘Arobiyyah.

Dan Masya Allah, jika pada Mutammimah saja ada 71 pokok pembahasan (secara melihat ke daftar isi), kalau Asasiyyah ini dia bikin 251 pokok pembahasan alias jauh lebih terperinci. Masya Allah. Ini belum semua ilmu nahwu dibahas lho ya.. Ternyata pembahasannya sudah sedemikian banyak. Ohiya, Ilmu Bahasa Arab itu sendiri ada 12 cabang, adapun Nahwu dia itu cuma salah satu cabangnya saja. Maasyaa Allaah.

Categories
Adab dan Akhlak

Apa sih Ahlan wa Sahlan

Ternyata ucapan Ahlan Wa Sahlan adalah ungkapan ringkas terdiri dari 2 kata. Tetapi ada 3 kata yg disembunyikan.*

Lengkapnya adalah (sebagaimana disebutkan pada Qowaid Al Asasiyyah, bab Maful Bih):

جئت أهلاً و نزلت مكانًا سهلاً

Secara istilah bahasa yang disebutkan di buku Al Arobiyyah Lin Nasyiin ungkapan ini adalah أسلوب الترحيب (gaya, cara, jalan, gaya bahasa dalam menyambut).

Mungkin dapat difahami bahwa selain cara menyambut orang lain jika bertemu di mana saja, jika terjadi dalam konteks tuan rumah kepada tamunya maka ini adalah ungkapan tuan rumah kepada tamunya bahwa tamu tersebut diterima, dianggap keluarga sendiri, akan dilayani sebaik-baiknya, merupakan aksioma bahwa tamu adalah musafir yg pasti membutuhkan bantuan, perlu dikasih makanan, perlu istirahat, perlu menenangkan pikiran juga.

Ungkapan ini ringkas dan padat sangat menunjukkan kemuliaan karakter orang arab yg sejak dahulu kala memiliki kebiasaan memuliakan tamu.

Bahkan diriwayatkan bahwasanya Rasulullah mengatakan:

من كان يؤمن بالله و اليوم الآخر فاليكرم ضيفه

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia memuliakan tamunya.

(Bukhori, Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Malik, Darimi)

Wallahu a’lam bisshowab.

* Kata yang disembunyikan itu hal biasa ya dalam komunikasi. Contohnya A bicara ke B “nikah?!”. Maksud si A adalah, “(Kamu mau) nikah?!”.

Categories
Nahwu

Judul-Judul Bab Mutammimah Al-Aajurruumiyyah

  1. باب الكلام وما يتألف منه
  2. باب الإعراب و البناء
  3. باب معرفة علامه الإعراب
  4. علامات الرفع
  5. علامات النصب
  6. علامات الخفض
  7. علامات جزم
  8. المعربات بالحركات
  9. المعربات بالحروف
  10. إعراب المثنى وما ألحق به
  11. إعراب جمع المذكر السالم وما ألحق به
  12. إعراب الأسماء الستة
  13. إعراب الأم ثلة الخمسة
  14. الإعراب التقديريّ
  15. الاسم الذي لا ينصرف
  16. باب النكرة والمعرفة
  17. الضمير و المضمر
  18. العلم
  19. اسم الإشارة
  20. اسم الموصول
  21. المعرف بالأداة
  22. المضاف إلى واحد من المعارف
  23. باب المرفوعات من الأسماء
  24. باب الفاعل
  25. باب المفعول الذي لم يسم فاعله
  26. باب المبتدإ والخبر
  27. باب العوامل الداخلة على المبتدإ والخبر
  28. كان وأخواتها
  29. الحروف المشبهة ب(ليس)
  30. ما المشبهه ب(ليس)
  31. لا المشبهة ب(ليس)
  32. إنْ المشبهة ب(ليس)
  33. لات- المشبهة ب(ليس)
  34. أفعال المقاربة
  35. إنّ و أخواتها
  36. (لا) التي لنفي الجنس
  37. ظن وأخواتها
  38. باب المنصوبات من الأسماء
  39. باب المفعول به
  40. منها باب الإشتغال
  41. و منها المنادى
  42. باب المفعول المطلق
  43. باب المفعول فيه
  44. باب المفعول من أجله
  45. باب المفعول معه
  46. باب الحال
  47. باب التميبز
  48. باب المستثنى
  49. باب المحفوضات من الأسماء
  50. المخفوض بالحرف
  51. المخفوض بالإضافة
  52. باب إعراب الأفعال
  53. نواصب المضارع
  54. جوازم المضارع
  55. التوابع
  56. باب النعت
  57. باب العطف
  58. باب التوكيد
  59. باب البدل
  60. باب الأسماء العاملة عمل الفعل
  61. الأول: المصدر
  62. الثاني: اسم الفاعل
  63. الثالث: أمثلة المبالغة
  64. الرابع: اسم مفعول
  65. الخامس: الصفة المشبهة باسم الفاعل
  66. السادس: اسم التفضيل
  67. السابع: اسم الفعل
  68. باب التنازع في العمل
  69. باب التعجب
  70. باب العدد
  71. باب وقف

Sepertinya lebih enak dilihat kalau sudah jadi tabel perbandingan antar bab antar buku. Semoga Allah memberikan kemudahan. Aamiin.