Salahkah Aku Meminta Ruqyah (Muqodimah)

المقدمة

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعود بالله من شرور أنفسنا وسيآت أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. أما بعد فهذه رسالة لطيفة تبين شيئا من أحكام الطب وهو حكم طلب الرقية بها. والدافع في كتابة هذه الرسالة هو ما انتشر بين الناس في تحريم طلب الرقية ولا سيما بعض المبلغين أفتوا بتحريمه دون أن يعطوا حقه ولا يعطوا كذلك الحل الناجح لمن أصاب الجن. وأرجوا من الله بهذه الرسالة أن ينفع كاتبها والمسلمين أنه الولي ذلك والقادر عليه. كتبه خليف الهادي

Muqoddimah

Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepadaNya dan meminta ampunan-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami dan kejelekan amal–amal kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah  maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberi petunjuk . Kami bersaksi bahwa tidak ada Ilah (sesembahan) yang berhak disembah selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Kitab ini adalah risalah yang ringkas yang menjelaskan sedikit dari hukum masalah “pengobatan”, Terlebih khusus pengobatan dengan ruqyah. Pendorong dari penulisan risalah ini adalah karena suatu hal yang telah tersebar dikalangan masyarakat tentang haramnya meminta ruqyah, terlebih-lebih sebagian para penceramah yang mereka menfatwakan haramnya hal tersebut tanpa memberikan perincian yang sesuai terhadap masalah tersebut. Dan begitu pula mereka juga tidak memberikan solusi yang bagus bagi orang yang terkena gangguan jin. Aku berharap kepada Allah melalui risalah ini agar penulis dan kaum muslimin bisa mengambil manfaat dari risalah ini, sesungguhnya Dia-lah Dzat yang Maha Mampu untuk mewujudkan itu semua.

Penulis: Al-Ustadz Khaliful Hadi (Mudir Ponpes Darul Atsar, Gresik)

Tags: Ruqyah

Cetak E-mail

0
0
0
s2sdefault