Karya Tulis Sivitas Akademi

Adab Silang Pendapat (15)

KAEDAH KESEBELAS:

TIDAK FANATIK KEPADA GURU

Ibnul Qayyim berkata:

“[...] Dan yang semisalnya adalah fanatik kepada Madzhab, Tarekat, dan Syaikh (guru), serta mendahulukan sebagiannya di atas yang lain dengan hawa nafsu dan fanatisme, serta dikarenakan dia berstatus sebagai pengikutnya, sehingga dia pun menyeru (manusia) kepadanya, mencintai dan memusuhi karenanya, dan menimbang/mengukur manusia dengannya. Semua ini termasuk dakwah-dakwah jahiliyah”.1

Continue Reading

Cetak E-mail

0
0
0
s2sdefault

Adab Silang Pendapat (14)

KAEDAH KESEPULUH:

MEMBAWA PERNYATAAN MUKHOLIF KEPADA KEMUNGKINAN YANG TERBAIK, APABILA DIA DIKENAL TERMASUK DARI PEGIAT KEBAIKAN DAN AHLI SUNNAH

Ibnul Qayyim berkata,

“Satu kata yang diucapkan oleh dua orang, salah satu dari keduanya mengatakannya dengan maksud batil yang amat besar, sementara yang satunya lagi mengatakannya dengan maksud kebenaran yang murni, maka yang dijadikan ukuran penilaian adalah jalan beragama yang ditempuh orang yang mengucapkannya, riwayat hidupnya, Madzhab-nya, dan seruan dakwahnya”.1

Continue Reading

Cetak E-mail

0
0
0
s2sdefault

Adab Silang Pendapat (13)

KAEDAH KESEMBILAN:

VONIS/KOMENTAR SESAMA TEMAN1 DAPAT DITERIMA KECUALI APABILA ADA UNSUR KEZHALIMAN DI DALAMNYA


Hendaknya diketahui bahwa vonis/komentar antar sesama teman tanpa dibarengi dengan hujjah termasuk perbuatan hasad (dengki).

Qatadah berkata:

“Tidaklah semakin bertambah nikmat pada suatu kaum melainkan semakin bertambah pula musuh mereka.”2

Continue Reading

Cetak E-mail

0
0
0
s2sdefault

Adab Silang Pendapat (12)

KAEDAH KEDELAPAN:

TIDAK ADA PENGINGKARAN DALAM MASALAH IJTIHADIYYAH

Masalah yang patut diingkari adalah masalah yang menyelisihi nash Al-Qur’an, atau As-Sunnah, atau menyelisihi Ijma’ (konsensus/kesepakatan) yang shahih. Adapun selain itu, maka termasuk masalah ijtihadiyyah yang tidak boleh diingkari.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:

“Barangsiapa yang mengamalkan masalah ijtihadiyah bersandar kepada pendapat sebagian Ulama’ tidaklah boleh diingkari, dan tidak boleh diboikot. Begitu juga orang yang mengamalkan salah satu dari dua pendapat, tidaklah boleh diingkari”.1

Continue Reading

Cetak E-mail

0
0
0
s2sdefault

Adab Silang Pendapat (11)

KAEDAH KETUJUH:

MEMUSATKAN BANTAHAN KEPADA KESALAHAN, BUKAN KEPADA ORANGNYA

Dr. Bakr Abu Zaid berkata: “Bantahan itu di arahkan kepada ucapan yang keliru, bukan kepada orangnya”.1

Al-Imam Ibnul-Qayyim pernah berkata tentang Syaikhul Islam Al-Imam Abu Isma’il Al-Harawi (w. 481 H.) rahimahullah:

“Syaikhul Islam (Al-Harawi) adalah orang yang kami cintai, akan tetapi Al-Haq (kebenaran) lebih kami cintai daripada beliau. Dan dahulu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah –rahimahullah- berkata: ‘Amal perbuatan Al-Harawi itu jauh lebih baik dibandingkan ilmunya’. Dan Ibnu Taimiyah -rahimahullah- telah benar.

Continue Reading

Cetak E-mail

0
0
0
s2sdefault