Karya Tulis Sivitas Akademi

JIKA ANGGOTA BADAN MAYIT ADA YANG HILANG TERPISAH ...

Soal: Jika anggota badan mayit ada yang hilang terpisah lalu ketemu tapi badannya sudah dikuburkan apakah anggota yang hilang tersebut dikuburkan bersama badannya?

Jawab:

Jika masalahnya apakah anggota badan tersebut dikuburkan maka ini benar. Tetapi apakah dikuburkan bersama dengan badannya yang sudah dikubur, sehingga harus menggali kuburan lagi, maka yang demikian ini membutuhkan dalil. Jadi yang terpenting anggota badan tersebut dikuburkan.

—-
Soal Jawab oleh Al-Ustadz Khaliful Hadi. Beliau adalah Mudir pada Ponpes Darul Atsar Al-Islami yang terletak di Desa Banyutengah, Gresik. Sekitar 2 jam perjalanan dari Kota Surabaya (Provinsi Jawa Timur).

Cetak E-mail

0
0
0
s2sdefault

HUKUM SHOLAT JIKA CELANA ATAU SARUNGNYA MASIH MENUTUPI MATA KAKI?

Soal: Bagaimana hukum sholat jika celana atau sarungnya masih menutupi mata kaki? Dan bagaimana hukum makmum yang sholat tapi imam masih tertutup mata kaki.

 
Jawab:
Ada sebuah hadits untuk orang yang sholat masih tertutup mata kakinya baik itu pakai celana maupun pakai sarung. Ada hadits khusus tentang ini. Sebagian muridnya Syaikh Al-Albani menyebutkan hadits ini shahih. Kalau shahih, zhohirnya hadits (sholatnya) nggak sah.Tapi sebagian ulama yang lain mengatakan haditsnya lemah. Dan ana pribadi condong hadits ini lemah. Jadi untuk seorang yang sholat lalu celananya ngelembreh di bawah mata kaki, atau sarungnya ngelembreh di bawah mata kaki kalau hadits itu shahih (maka) Anda ulangi lagi sholatnya. Tapi bagi yang mendhoifkan apakah tidak berdosa? Tetap berdosa. Kata Rasul: ما أسفل من الكعبين ففي النار. Apa aja yang ngelembrehkan kainnya di bawah mata kaki maka itu bagiannya adalah neraka.
 
Dan lafazh haditsnya umum baik karena sombong maupun tidak sombong.  Dalam hadits yang lain Rasul mengatakan: إن الله لا ينظر  ولا يزكيهم ولا يكلمهم ولهم عذاب أليم. Diantaranya: "من جر ثوبه خيلاء" orang yang lembrehkan kainnya di bawah mata kaki karena sombong. Berarti di sini ada dua ancaman dan sebab yang berbeda. Ada hukum yang berbeda dan ancaman yang berbeda. Kalau sebabnya sombong apa hukumannya? Allah tidak melihat mereka, Allah tidak mensucikan mereka, bagi mereka adzab yang pedih. 

Continue Reading

Cetak E-mail

0
0
0
s2sdefault

Bagaimana Bacaan Amin Dalam Sholat

Soal: Bagaimana bacaan amin yang benar?

Jawab:

Al-Imam An-Nawawi dalam kitab al-Majmu', Bacaan "amin" itu ada dua bacaan yang masyhur maruf dan paling afshoh fasih. apa itu? (1) "bil maddi wa takhfiifil miim". Mad dibaca panjang. AAA.... a-nya jangan panjang-panjang.. salah, kalau Antum baca amin itu sampe 6 harokat menjadi Mad Badal, seharusnya dia hanya Mad yang  dua harokat saja, jadi baca "aaa..." "aaa..." nggak terlalu panjang, aaa-miiinn. (huruf) mim-nya jangan ditasydid, "wa takhfiifil miim" aaaaaamiiiiin. Mim-nya jangan juga di tasydid, ini yang pertama. 

Yang kedua, "bilqoshri wa bitakhfiifil mim", Dibaca pendek  dan mim-mnya nggak ditasydid: "amiiiiiiiiin". dua inilah yang ada di dalam bahaasa arab. berarti kalau mimnya ditasydid aaaaaaaaa-mmmmm-iiiiiin itu artine opo?... Salah... Atau mim-nya nggak ditasydid tap hamzahnya dibaca panjang mad badal. aaaaaaaaaaaaaaa-miiiiiiiiiiiin iku salah, Yang bilang salah bukan Ana, Barokallahufikum, Imam Nawawi tapi dalam kitab Majmu' ulama Syafi'iyyah. Jangan-jangan kita bilang Amin..amin.. nggak tau, nggak ngerti ilmunya ya...?.. ingat ya... hanya ada dua bacaan. Bacaan pertama tadi apa? Panjang mad, mim-nya nggak ditasydid, panjangnya hanya 2 harokat. Yang kedua apa..? pendek, amiiiiiiiin.

Mim-nya nggak ada ceritanya ditasydid. Lihat orang-orang ini sekarang kita lihat, bacaannya "aaaaa-mmm-iiiiiin", Mim-nya ditasydid ini salah.. artinya apa, bisa jadi mengimami artinya nanti, yang artinya "kabulkan ya Allah", menjadi "imamilah kami ya Allah". Piye...? Perhatikan.. awas jangan sampai salah ini satu poin kesalahan dan masih banyak kesalahan yang lain.
—-

Soal Jawab oleh Al-Ustadz Khaliful Hadi. Beliau adalah Mudir pada Ponpes Darul Atsar Al-Islami yang terletak di Desa Banyutengah, Gresik. Sekitar 2 jam perjalanan dari Kota Surabaya (Provinsi Jawa Timur).

Cetak E-mail

0
0
0
s2sdefault

Salahkah Aku Meminta Ruqyah (8)

مسألة : إذا طلب منك إنسان أن يرقيك فهل يفوتك كمال إذا لم تمنعه؟

قال الشيخ ابن عثيمين في شرحه على كتاب التوحيد (1/129) الجواب: لا يفوتك لأن النبي لم يمنع عائشة أن ترقيه وهو أكمل الخلق توكلا على الله وثقة به، ولأن الحديث لا يسترقون إنما كان في طلب هذه الأشياء، ولا يخفى الفرق بين أن تحصل هذه الأشياء بطلب وبين أن تحصل بغير طلب ا-هـ.

Apabila Kamu Diminta Untuk Diruqyah Apakah Luput Darimu Kesempurnaan Tersebut Apabila Kamu Tidak Menolaknya?

Asy-syaikh Ibnul Utsaimin di Al-Albani syarh kitab at-tauhid (1/129) berkata, " jawabannya tidak luput karena Nabi tidak melarang Aisyah meruqyah beliau padahal beliau adalah orang yang paling sempurna ketawakkalannya kepada Allah dan kepercayaannya kepada Allah dan karena hadits "mereka tidak minta ruqyah" ini bagi orang yang meminta dan jelas perbedaannya antara diperolehnya perkara ini dengan meminta dan dengan tidak meminta.

تمت الكتابة بحمد الله الذي بنعمته تتم الصالحات كتبه خليف الهادي بنجوتغا-فانجغ-غرسيك

Penulis: Al-Ustadz Khaliful Hadi (Mudir Ponpes Darul Atsar, Gresik)

Cetak E-mail

0
0
0
s2sdefault

Salahkah Aku Meminta Ruqyah (7)

هل هذه المنزلة أرفع رتبة من غيره ؟

قال الحافظ في الفتح (11/462) : أن السبعين المذكورين أرفع رتبة من غيره مطلقا وليس كذلك : أن مزية السبعين بالدخول بغير حساب لا يستلزم إنهم أفضل من غيرهم، بل فيمن يحاسب في الجملة من يكون أفضل منهم، وفيمن يتأخر عن الدخول ممن يتحقق نجاته وعرف مقامه من الجنة، يشفع في غيره من أفضل منهم. اهـ

Apakah Kedudukan Ini Lebih Tinggi Dari Yang Lain Lainnya?

Ibnu Hajar di dalam Fathul Bari (11/422) berkata,

"bahwa tujuh puluh ribu orang tersebut lebih tinggi derajatnya dari yang lainnya secara mutlaq ini tidak mesti karena kelebihan masuk surga tanpa hisab tidak mengharuskan mereka lebih afdhol dari yang lainnya bahkan ada diantara orang yang dihisab lebih afdhol dari mereka dan juga dari orang yang belakangan masuk surga dari orang yang jelas selamatnya dan mengetahui tempatnya di surga yang memberikan syafaat kepada yang lain adalah orang yang lebih afdhol dari mereka.

Penulis: Al-Ustadz Khaliful Hadi (Mudir Ponpes Darul Atsar, Gresik)

Cetak E-mail

0
0
0
s2sdefault