Takhosus Ushul dan Qowaid Fiqih

Takhosus Ushul & Qowa’id Fiqih

Kitab yang dipelajari:

  1. Al Qowa’idu wal Ushul al Jaami’ah Wal Furuq wat Taqoosiim al Badii’ah (Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di).
  2. Manzhumah Ushul Fiqhi wa Qowa’iduhu (Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin).
  3. Tuhfatu Ahlit Tholab fii Tajriidi Qowa’id Ibni Rojab (Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di).
  4. Mu’alim Ushul Fiqhi (Muhammad bin Husain Al Jaizaaniy).
  5. dan lain-lain.

Apa yang didapatkan dari belajar Fiqih

  • Pendalaman materi-materi fiqih dan ilmu-ilmu lain yang menyokongnya.
  • Akan mempelajari hukum-hukum Islam sehingga diharapkan bisa menjadi seorang hakim yang mengetahui hukum Islam.
  • Akan mempelajari praktek ibadah secara menyeluruh dan terperinci.
  • Pendalaman masalah dengan mengetahui sebab perbedaan pendapat.
  • Mengetahui dalil masing-masing imam, kita akan terhindar dari taklid buta dan bisa beribadah dengan tenang karena mendasari amalan kita dengan ilmu yang kita yakin berasal dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
  • Empati adalah sebuah sifat khas yang dimiliki oleh kebanyakan orang Indonesia. Sifat ini akan dimiliki oleh orang yang terbiasa menemui perbedaan dalam menjalani hidupnya. Pelajar di Ilmu Fiqh akan terbiasa membenturkan dirinya dengan masalah-masalah fiqhiyyah sehingga akan lebih bijak membedakan mana masalah yang penting yang berkaitan dengan tauhid dan mana yang sifatnya furu'iy seperti permasalahan fiqih.
  • Cocok untuk orang yang tidak suka menghapal atau jago menghapal namun hobi mengotak-atik sesuatu.
  • Takhosus Fiqih ini didominasi oleh pelajaran-pelajaran yang memfokuskan pada pemahaman yang tinggi terhadap suatu masalah yang njlimet atau ruwet. Misalnya saja Ushul Fiqih. Kita harus dipusingkan dengan istilah-istilah baru dan bahasa yang agak susah dan seakan berputar-putar tidak ada ujungnya. Maka dari itu dibutuhkan seni khusus untuk memahami bahasa yang digunakan para Ushuly (ahli Usul Fiqih) yaitu dengan sering membiasakan mengenal istilah-istilah mereka bahkan per-madzhabnya.

Tags: Takhoshush

0
0
0
s2sdefault