Adab Silang Pendapat (9)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

KAEDAH KELIMA:

MENJAGA HARGA DIRI (KEHORMATAN) MUKHOLIF MUSLIM

Ibnu Rajab berkata,

“Siapa yang diketahui bahwa bantahannya kepada para Ulama’ bertujuan nasehat karena Allah dan Rasul-Nya, maka wajib dia di-mu’amalah-i1 dengan pemuliaan dan penghormatan seperti halnya Imam-imam kaum Muslimin yang lainnya.

Continue Reading

Cetak E-mail

0
0
0
s2sdefault

Adab Silang Pendapat (8)

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang

KAEDAH KEEMPAT:

MEMBERIKAN UDZUR1 KEPADA MUKHOLIF KARENAKETIDAKTAHUANNYA, TA’WIL-NYA ATAU IJTIHAD-NYA

Ibnul Qayyim berkata:

“Orang yang memiliki ilmu tentang syariat dan realita, maka dia akan mengetahui dengan yakin; bahwa seorang yang mulia sekaligus memiliki peran besar di dalam Islam serta jejak yang baik, -yang mana juga dia ini memiliki kedudukan yang mulia di dalam Islam-, terkadang muncul darinya kekeliruan yang dia sebenarnya diberi udzur, bahkan diberi pahala karena ijtihad-nya. Maka tidak boleh dicari-cari kesalahannya dan tidak boleh dihancurkan kehormatannya, ke-imam-anya dan kemuliaannya di hati kaum Muslimin”.2

Continue Reading

Cetak E-mail

0
0
0
s2sdefault

Salahkah Aku Meminta Ruqyah (Muqodimah)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

المقدمة

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعود بالله من شرور أنفسنا وسيآت أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. أما بعد فهذه رسالة لطيفة تبين شيئا من أحكام الطب وهو حكم طلب الرقية بها. والدافع في كتابة هذه الرسالة هو ما انتشر بين الناس في تحريم طلب الرقية ولا سيما بعض المبلغين أفتوا بتحريمه دون أن يعطوا حقه ولا يعطوا كذلك الحل الناجح لمن أصاب الجن. وأرجوا من الله بهذه الرسالة أن ينفع كاتبها والمسلمين أنه الولي ذلك والقادر عليه. كتبه خليف الهادي

Continue Reading

Cetak E-mail

0
0
0
s2sdefault

Adab Silang Pendapat (7)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

adab silang pendapat

KAEDAH KETIGA:

TERJATUHNYA SEORANG ULAMA’ YANG MUJTAHID DI DALAM KESALAHAN BUKANLAH SESUATU YANG MEMBOLEHKAN UNTUK MERENDAHKANNYA, MEMBUANG SEMUA PENDAPATNYA, MENG-GHIBAH-INYA ATAU MEMBOIKOTNYA

Adz-Dzahabi berkata: “Ibnu Khuzaimah memiliki kedudukan dan kemuliaan yang tinggi di dalam hati-hati manusia karena keilmuannya, agamanya, dan kuatnya mengikuti As-Sunnah. Beliau memiliki kitab “At-Tauhid” yang tersusun dalam satu jilid yang tebal. Dan beliau telah terjatuh di dalam men-ta’wil ‘hadits Shurah’1, maka beliau diberi udzur karena menta’wil sebagian sifat-sifat Allah.

Continue Reading

Cetak E-mail

0
0
0
s2sdefault

Adab Silang Pendapat (6)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

KAEDAH KEDUA:

BERBUAT ADIL (INSHAF)

Al-Jauhari berkata, “Anshafa (أَنْصَفَ) adalah berlaku adil”.1

Dalam “Al-Mu’jam Al-Washit” disebutkan: “Anshafa fulaanan maknanya adalah memperlakukannya dengan adil.2 Dalam “Tajul ‘Arus” disebutkan A’dzara (أَعْذَرَ) bermakna anshafa (أَنْصَفَ), contohnya: Ama tu’dziruni min hadza? (Tidakkah kamu memberi aku udzur dari masalah ini?) maknanya adalah Ama tunshifuni minhu (Tidakkah kamu berlaku adil kepadaku dalam masalah ini?)

Contoh lainnya: A’dzirni min hadza ! (Beri aku udzur dalam masalah ini!) maknanya adalah Anshifni minhu (Berlaku adillah kepadaku dalam masalah ini!), (demikian) sebagaimana yang dijelaskan Khalid bin Janbah.3

Continue Reading

Cetak E-mail

0
0
0
s2sdefault

Adab Silang Pendapat (5)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
PEMBAHASAN KETIGA: BEBERAPA KAEDAH DI DALAM MENGHADAPI MUKHOLIF

Di sini ada beberapa kaedah, semoga ia dapat menjadi obat dalam menghadapi perselisihan, atau paling tidak ia dapat me-minimalisir-nya dengan pertolongan Allah ta’ala.

KAEDAH PERTAMA: TUJUAN SYAR’I DALAM MENGHADAPI MUKHOLIF ADALAH MENGEMBALIKAN PIHAK YANG SALAH KEPADA KEBENARAN

Tujuan Syar’i dari menjelaskan kesalahan dan membantah mukholif adalah mengembalikan orang yang terjatuh ke dalam kesalahan kepada jalan yang benar.

Kalau ini tujuannya maka selayaknya bagi orang yang mengingkari dan membantah mukholif yang keliru untuk menempuh cara-cara yang benar untuk mewujudkan tujuan ini yaitu dengan cara yang baik, ucapan yang baik tanpa celaan dan cacian. Ketika jalan ini ditempuh niscaya akan menjadikan orang yang diajak lembut hatinya, mudah menerima, dan tidak menolak.

Continue Reading

Cetak E-mail

0
0
0
s2sdefault

Adab Silang Pendapat (4)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
4. TIDAK BISA KELUAR MELAKSANAKAN SHALAT JAMA’AH DAN SHALAT JUM’AT

Pada tahun 447 H terjadi fitnah antara Asya’irah1 dan Hanabilah2. Para kaum Hanabilah memiliki kekuatan yang besar; sehingga (sampai-sampai) kaum Asya’irah tidak ada yang bisa keluar melaksanakan Shalat Jama’ah dan Shalat Jum’at”.3

Continue Reading

Cetak E-mail

0
0
0
s2sdefault

Adab Silang Pendapat (3)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
PEMBAHASAN KE DUA: PENTINGNYA MEMAHAMI KAEDAH DI DALAM MENGHADAPI MUKHOLIF1

Sesungguhnya orang yang merenungkan realita yang terjadi di masa ini, berupa perselisihan dan pertikaian, -yang barangkali di antaranya ada yang sudah sampai pada tingkatan bersikap zhalim (fujur) dalam bersengketa dan tingkatan kebencian yang luar biasa-, tentu dia akan melihat bahwa ternyata sebab terjadinya hal tersebut tidak lain tidak adalah akibat lemahnya kemumpunan diri di dalam memahami masalah-masalah yang diperselisihkan, serta lemahnya diri di dalam memahami kaedah-kaedah dalam menyikapinya, yang diambil dari tuntunan Ulama’ Rabbani.

Continue Reading

Cetak E-mail

0
0
0
s2sdefault

Pondok Pesantren Darul Atsar Al-Islamy

Jl. Pondok, Ds. Banyutengah, Kec. Panceng, Kab. Gresik, Jawa Timur
Telp./WhatsApp/SMS. +62-812-3388-4514
Gamis, Jubah, dan Pakaian Muslim dan Aqiqah