Adab Silang Pendapat (3)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 
PEMBAHASAN KE DUA: PENTINGNYA MEMAHAMI KAEDAH DI DALAM MENGHADAPI MUKHOLIF1

Sesungguhnya orang yang merenungkan realita yang terjadi di masa ini, berupa perselisihan dan pertikaian, -yang barangkali di antaranya ada yang sudah sampai pada tingkatan bersikap zhalim (fujur) dalam bersengketa dan tingkatan kebencian yang luar biasa-, tentu dia akan melihat bahwa ternyata sebab terjadinya hal tersebut tidak lain tidak adalah akibat lemahnya kemumpunan diri di dalam memahami masalah-masalah yang diperselisihkan, serta lemahnya diri di dalam memahami kaedah-kaedah dalam menyikapinya, yang diambil dari tuntunan Ulama’ Rabbani.

Di antara (bukti-bukti sejarah) akibat tidak memahami kaedah-kaedah dalam menyikapi perselisihan antara lain:

1. FANATIK DAN PERTUMPAHAN DARAH

Pada tahun 514 H terjadi perselisihan antara seorang Ulama’ dengan kaum Madzhab Hanbali2 disebabkan masalah Aqidah dikarenaan fanatisme-nya terhadap Madzhab Asy’ari3. Hingga kemudian perkaranya pun sampailah pada sebuah fitnah, di mana di dalamnya terbunuh beberapa orang dari kedua kubu”.4

2. MENARIK UPETI DARI PENGIKUT AHMAD

Pada tahun 567 H Muhammad bin Muhammad al-Barruwi Asy-Syafi’i datang ke Baghdad, kemudian dia membuat keributan dengan kaum Madzhab Hanbali, dan ia nyalakan api fitnah. Lalu dia pun memberi wejangan nasehat di Madrasah Nizhamiyah5, dan mulai tersohorlah nama baiknya. Hingga kemudian keesokan harinya dia meninggal. Ada yang menyangka bahwa orang-orang Madzhab Hanbali telah memberikan kepadanya hadiah berupa makanan beracun. Ada pula yang mengatakan sesungguhnya Al-Barruwi berkata, ‘Kalau aku punya kekuasaan, tentulah aku akan menetapkan wajibnya membayar upeti (jizyah) pada orang-orang Madzhab Hanbali’.6

3. MENGGALI KUBURAN DAN MENGELUARKAN ISINYA DARI KEDUA BELAH PIHAK

Pada tahun 587 H disebutkan dalam biografi Najmuddin al-Khubusyani Muhammad bin al-Muwaffiq, seorang Shufi yang Ahli Zuhud lagi Faqih yang bermadzhab Syafi’ie, “…Kemudian beliau menuju kuburan Abul-Kaizan Azh-Zhahiri, beliau termasuk dari golongan kuat Ahlus-Sunnah dan Ahlul-Atsar7, lalu Al-Khubusyani pun menggalinya serta mengeluarkannya seraya berkata, ‘Tidak layak Shiddiq8 dan Zindiq9 ditempatkan di dalam satu tempat’. Yaitu Abul-Kaizan dan Asy-Syafi’ie10.

Lalu orang-orang Madzhab Hanbali negeri Mesir pun marah dan membalas mereka, dan memanaslah fitnah, hingga kemudian terjadilah beberapa kali peperangan antara mereka (antara kaum Asy’ari dan Hanbali/Ahlul-Atsar)”.11

-----

1) Mukholif adalah orang yang menyelisihi kita dalam suatu pendapat atau lebih (ed).
2) Madzhab Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H.), salah satu dari Madzhab Fiqih yang empat. Hanya saja seringkali kalau Madzhab Hanbali dikaitkan dengan masalah Aqidah maka yang dimaksudkan
3) Madzhab Imam Abul-Hasan Al-Asy’ari (w. 324 H.), sebuah Madzhab Aqidah, pemimpin Madzhab ini sebenarnya memiliki 3 fase pemikiran: 1) Mu’tazilah, kemudian beliau bertaubat
4) Pemikiran yang mirip dengan Kullabiyah, dan fase inilah yang kemudian hari dikembangkan dan dimasyhurkan sebagai Madzhab
Asy’ari, walau sebenarnya beliau telah bertaubat dari pemikiran ini
5) Sebuah Madrasah besar di kota Baghdad yang dibangun di masa pemerintahan Saljuqiyah, tepatnya selesai dibangun pada tahun 459 H. Di antara para Ulama’ besar yang pernah mengajar di sana: Abul-Ma’ali Al-Juwaini, Abu Hamid Al-Ghazali, Abu Ishaq Asy-Syairazi (ed).
6) Al-‘Ibar fi Khabari Man Ghabar (3/52)
7) Ahlul Atsar adalah julukan bagi orang-orang yang berpegang teguh dengan Aqidah para Salaf Ahli Hadits dalam berbagai masalah Aqidah, terutama masalah nama-nama dan sifat-sifat Allah.
8) Di antara makna shiddiq adalah: orang yang membuktikan ucapannya dengan perbuatannya (ed).
9) Zindiq adalah orang Kafir yang berpura-pura iman, lihat “Al-Qamus Al-Muhith” (1/891) (ed).
10) Beliau adalah Al-Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’ie, wafat pada tahun 204 H. dimakamkan di Mesir (ed).
11) Al-Ibar fi Khabari Man Ghabar (3/95)

Penulis: Al-Ustadz Khaliful Hadi (Mudir Ponpes Darul Atsar, Gresik)

Tags: Adab

Cetak E-mail

0
0
0
s2sdefault

Pondok Pesantren Darul Atsar Al-Islamy

Jl. Pondok, Ds. Banyutengah, Kec. Panceng, Kab. Gresik, Jawa Timur
Telp./WhatsApp/SMS. +62-812-3388-4514