HUKUM SHOLAT JIKA CELANA ATAU SARUNGNYA MASIH MENUTUPI MATA KAKI?

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Soal: Bagaimana hukum sholat jika celana atau sarungnya masih menutupi mata kaki? Dan bagaimana hukum makmum yang sholat tapi imam masih tertutup mata kaki.

 
Jawab:
Ada sebuah hadits untuk orang yang sholat masih tertutup mata kakinya baik itu pakai celana maupun pakai sarung. Ada hadits khusus tentang ini. Sebagian muridnya Syaikh Al-Albani menyebutkan hadits ini shahih. Kalau shahih, zhohirnya hadits (sholatnya) nggak sah.Tapi sebagian ulama yang lain mengatakan haditsnya lemah. Dan ana pribadi condong hadits ini lemah. Jadi untuk seorang yang sholat lalu celananya ngelembreh di bawah mata kaki, atau sarungnya ngelembreh di bawah mata kaki kalau hadits itu shahih (maka) Anda ulangi lagi sholatnya. Tapi bagi yang mendhoifkan apakah tidak berdosa? Tetap berdosa. Kata Rasul: ما أسفل من الكعبين ففي النار. Apa aja yang ngelembrehkan kainnya di bawah mata kaki maka itu bagiannya adalah neraka.
 
Dan lafazh haditsnya umum baik karena sombong maupun tidak sombong.  Dalam hadits yang lain Rasul mengatakan: إن الله لا ينظر  ولا يزكيهم ولا يكلمهم ولهم عذاب أليم. Diantaranya: "من جر ثوبه خيلاء" orang yang lembrehkan kainnya di bawah mata kaki karena sombong. Berarti di sini ada dua ancaman dan sebab yang berbeda. Ada hukum yang berbeda dan ancaman yang berbeda. Kalau sebabnya sombong apa hukumannya? Allah tidak melihat mereka, Allah tidak mensucikan mereka, bagi mereka adzab yang pedih. 
 
Jadi bagi yang tidak sombong apa ancamannya? Bagian dari neraka. Maka semisal ini nggak bisa, ما أسفل, apa yang ngelembrehkan di bawah mata kakinya, itu dibawa ke makna sombong. Nggak bisa. Kenapa nggak bisa? Kalaulah anda bawa ini ke makna sombong tentulah hukum itu anda buang. Padahal hukum tersebut berbeda. Beda kalau hukumannya nggak disebutin. Misal kayak: "ما أسفل" apa aja yang ngelembreh itu nggak boleh. Begitu aja (lafazhnya) , mungkin bisa anda bawa ini mutlak ini umum, anda bawa kepada khusus bawa kepada sombong. Itu mungkin. Tapi dalam bab ini disebutkan hukumannya. Kalau disebutkan hukumannya nggak boleh anda bawa ini kepada makna khusus. Nggak boleh. Jadi hukumnya beda-beda. Kalau nggak sombong (maka) bagian dari neraka. Kalau sombong maka apa...? Naam jelas ya.
 
Dan Alhamdulillah kami punya buku yang kami beri judul "Dosakah Ngelembrehkan Kain Mata Kaki Tanpa Sombong" Bantahan kepada orang-orang yang mengatakan "Kalau ngelembrehkan kainnya di bawah mata kaki nggak sombong nggak opo-opo. Seng dilarang itu sombong." Ini kita (buat sebagai) bantahan kepada mereka. Baik, kalau begitu seseorang yang sholat ngelembrehkan kainnya di bawah mata kaki -terlepas hadits yang mengatakan batal itu hadits lemah- (maka) tetap dia berdosa. Apa dosanya? Karena dia ngelembrehkan kainnya di bawah mata kaki.
 
* Soal Jawab oleh Al-Ustadz Khaliful Hadi. Beliau adalah Mudhir pada Ponpes Darul Atsar Al-Islami yang terletak di Desa Banyutengah, Gresik. Sekitar 2 jam perjalanan dari Kota Surabaya (Provinsi Jawa Timur) dan pemilik 40++ karya tulis di berbagai bidang ilmu Seperti Fiqih, Mustholah, Ushul Fiqih, Adab, dll. Hafizhohullahu ta'ala. 
 

Tags: tanya jawab,

Cetak E-mail

0
0
0
s2sdefault

Pondok Pesantren Darul Atsar Al-Islamy

Jl. Pondok, Ds. Banyutengah, Kec. Panceng, Kab. Gresik, Jawa Timur
Telp./WhatsApp/SMS. +62-812-3388-4514
Gamis, Jubah, dan Pakaian Muslim dan Aqiqah