Adab Silang Pendapat (10)

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 

KAEDAH KEENAM:

MENERIMA KEBENARAN DARI ORANG YANG DIBENCI DAN MENOLAK KEBATILAN DARI ORANG YANG DICINTAI

Ibnul Qayyim berkata,

“Siapa yang Allah beri dia petunjuk untuk menerima kebenaran dari mana saja dan dari siapa saja, walaupun dari orang yang dia benci dan musuhi, dan dia juga menolak kebatilan dari siapa saja, walaupun dari orang yang dia cintai, maka dia adalah orang yang diberi hidayah di dalam menghadapi masalah yang diperselisihkan, yakni dengan mendapatkan kebenaran”1.

Asy-Syafi’i berkata:

“Tidaklah aku berbicara kepada seorang pun melainkan aku ingin dia mendapatkan Taufiq, kebenaran, dan pertolongan (di saat dia berkata-kata), aku pun berharap dia mendapat perhatian dan penjagaan dari Allah. Dan tidaklah aku berbicara dengan seorang pun melainkan aku tidak perduli; apakah Allah menjelaskan Al-Haq (kebenaran) melalui lisanku atau lisannya”.2

Ibnu Hazm berkata: “Berikut ini adalah penghimpun-penghimpun Al-Haq (kebenaran):

  • Mengikuti Al-Qur’an, dan di dalamnya terdapat mengikuti penjelasan Rasul
  • Mengambil kebenaran dari orang yang membawanya, sekalipun tidak ada kebaikan padanya, serta menerima kebenaran dari orang yang memang harus dibenci dan dijauhi
  • Tidak taqlid kepada kesalahan orang yang memiliki kemuliaan, sekalipun orang itu dicintai dan wajib dimuliakan”.3

Ibnul Qayyim ketika menceritakan keadaan para Ahli Ilmu dan Iman berkata:

“Mereka membantah siapa pun saja terhadap setiap kebatilan yang diusungnya, namun mereka menyetujui orang tersebut dalam kebenaran yang diusungnya. Maka mereka ini adalah orang-orang yang menerima kebenaran dan memerangi kebatilan. Mereka ini tidak condong kepada suatu kelompok dalam menghadapi kelompok lain, dan mereka ini tidak mengingkari hak mereka”.4

Catatan Kaki

  1. Ash-Shawa’iq Al-Mursalah (2/516) dan lihat QS. Al-Baqarah ayat 213 (pent.)
  2. Al-Faqih wal-Mutafaqqih (2/49)
  3. Al-Ihkam fi Ushulil Ahkam (4/571)
  4. Badai’ul-Fawaid (2/649)

Penulis: Al-Ustadz Khaliful Hadi (Mudir Ponpes Darul Atsar Al-Islami, Gresik)

Tags: Adab, Perselisihan

Cetak E-mail

0
0
0
s2sdefault

Pondok Pesantren Darul Atsar Al-Islamy

Jl. Pondok, Ds. Banyutengah, Kec. Panceng, Kab. Gresik, Jawa Timur
Telp./WhatsApp/SMS. +62-812-3388-4514